Tak berhenti di situ, Pramono kemudian secara khusus menyinggung soal hajatan olahraga nasional itu. Dia menegaskan kesiapan Jakarta untuk menjadi tuan rumah PON 2028. Alasannya praktis: dengan semua fasilitas yang sudah ada, tak perlu lagi membangun infrastruktur baru yang tentu makan biaya besar.
"Bahkan untuk kegiatan lain saya juga sampaikan, saya sudah sampaikan kepada Pak Menpora, untuk PON tahun 2028 daripada susah-susah bangun fasilitas baru, saya dulu (saat menjabat Sekretariat Kabinet) dengan Pak Menko Perekonomian menyiapkan di Papua, di Aceh dan Sumatera Utara sudahlah, PON-nya di Jakarta, namanya mau PON NTT-NTB monggo. Kami fasilitasi untuk itu," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Pramono berharap langkah-langkah seperti ini bisa memperkuat ketahanan ekonomi bangsa.
"Sehingga dengan demikian sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan acara seperti ini akan membuat bangsa kita ketahanan ekonominya menjadi semakin baik dan saya sungguh berterima kasih Pak Menko, Pak Menteri," imbuhnya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Puluhan Anggota Geng Motor yang Ricuh di Cileungsi Saat Malam Takbiran
SBY dan Keluarga Bersilaturahmi dengan Prabowo di Istana Usai Lebaran
Korea Selatan Perkuat Diplomasi dengan Iran untuk Normalisasi Selat Hormuz
Lalu Lintas Lembang Macet Total Akibat Padatnya Pemudik dan Wisatawan Lebaran 2026