Istri Bawa Ketupat ke Rutan KPK, Noel Balas Beri Jatah Makanan untuk Keluarga

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:00 WIB
Istri Bawa Ketupat ke Rutan KPK, Noel Balas Beri Jatah Makanan untuk Keluarga

Hari Raya Lebaran tahun ini terasa berbeda bagi Silvia Rinita Harefa. Istri dari Immanuel Ebenezer atau Noel itu harus menyambangi Rutan KPK untuk bertemu suaminya. Di tangannya, ia membawa bungkusan berisi sayur dan ketupat, hidangan khas yang dibawanya untuk Noel.

"Tadi bawa sayur, ketupat," ujar Silvia kepada awak media usai berkunjung, Sabtu (21/3/2026) siang.

Rupanya, tak ada permintaan khusus dari Noel soal menu yang diinginkan. Menurut Silvia, pembagiannya dilakukan secara sukarela di antara keluarga para tahanan. "Memang dari koordinator di grup, masing-masing keluarga kebagian bawa makanan, ada yang semur, sayur. Saya kebetulan kebagian sayur," ceritanya.

Soal kondisi suami, Silvia memastikan Noel terlihat baik-baik saja. "Pada sehat sih, kelihatan sehat," katanya.

Namun yang menarik, dalam pertemuan singkat itu, justru Noel yang memberi sesuatu pada keluarganya. Ia memberikan jatah makanannya dari dalam rutan untuk dibawa pulang.

"Terus ini kita dikasih makanan jatah mereka yang di dalam. Disuruh bawa biar merasakan katanya keluarga makanannya," tutur Silvia.

Dia lalu memperlihatkan isinya: nasi, sayur, telur, dan sepotong buah. Katanya, makanan itu sengaja tidak dimakan oleh para tahanan dan diminta dibawa pulang. "Emang kebagian jatahnya aja," ucapnya singkat.

Kunjungan hari itu memang lebih lama dari biasa. Silvia menyebut waktu berkunjung diperpanjang, mulai pukul 10 pagi hingga jam 1 siang. "Kalau hari raya dilebihkan satu jam dari hari biasa," imbuhnya.

Momen pertemuan keluarga ini memang sengaja difasilitasi KPK untuk 81 tahanan mereka di momen Lebaran 2026. Menurut Jubir KPK Budi Prasetyo, langkah ini diambil untuk menjunjung prinsip hak asasi manusia.

Budi menegaskan, fasilitas diberikan dengan tetap memerhatikan aspek keamanan. "Dengan demikian, KPK menegaskan bahwa proses penegakan hukum yang dijalankan tidak mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, melainkan berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dasar setiap individu," jelasnya pada Jumat (20/3).

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar