Bencana yang melanda Sumatera belum lama ini memang menyisakan duka. Tapi di tengah situasi itu, pemerintah lewat Kementerian Sosial mulai merinci bentuk bantuan yang akan digelontorkan. Santunan untuk korban meninggal, misalnya, ditetapkan sebesar Rp 15 juta. Uang itu rencananya akan disalurkan langsung ke tangan ahli waris.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan soal ini. Dia ditemui para wartawan di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
"Santunan untuk yang wafat sebesar Rp 15 juta yang akan diserahkan ke ahli waris,"
Selain untuk korban jiwa, bantuan juga disiapkan bagi mereka yang mengalami luka berat. Angkanya sekitar Rp 5 juta. Namun begitu, bantuan Kemensos tak cuma soal uang tunai. Mereka juga akan menyediakan hunian, baik yang sementara (huntara) maupun yang tetap (huntap), untuk menampung para pengungsi.
Nah, soal kebutuhan hidup sehari-hari, ada yang namanya jaminan hidup atau jadup. Menurut Gus Ipul, setiap individu korban bakal dapat Rp 10.000 per harinya. Bantuan ini diberikan per keluarga dan akan berjalan selama tiga bulan.
"Setelah nanti ada huntara atau huntap, ada jadup jaminan untuk hidup sementara selama 3 bulan. Setiap keluarga, setiap individu mendapatkan dukungan Rp 10.000 per harinya,"
Tapi, dia buru-buru menambahkan bahwa angka Rp 10.000 itu belum final. Masih bersifat usulan, katanya, dan dihitung berdasarkan indeks tahun 2020. Hitungannya sederhana saja.
"Untuk jadup Rp 10.000 per individu ya. Kalau keluarganya lima ya dapat Rp 10.000 kali 5. Kalau empat ya kali 4, itu selama 3 bulan,"
Di sisi lain, masih ada lagi bantuan lain yang disiapkan. Ada paket untuk melengkapi isi dapur senilai Rp 3 juta. Lalu, ada juga dukungan pemberdayaan ekonomi di tahap awal, senilai Rp 5 juta, untuk membantu korban bangkit kembali.
Gus Ipul menegaskan, semua upaya ini adalah bagian dari kerja tim besar pemerintah. Peran Kementerian Sosial, khususnya dalam hal logistik di masa darurat, mungkin hanya sebagian dari keseluruhan upaya pemulihan.
"Jadi kami ingin sampaikan bahwa Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim besar pemerintah, bukan sendirian. Dukungan logistik yang diberikan di masa tanggap darurat misalnya, itu adalah sebagian saja, bisa jadi mungkin sebagian kecil,"
Rencana-rencana itu kini sedang dipersiapkan. Harapannya, bantuan bisa segera sampai ke tangan yang membutuhkan, meringankan beban mereka yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim atas Dugaan Pemotongan Video Ceramah Jusuf Kalla
Korea Utara Tegaskan Tak Lagi Terikat Perjanjian Nuklir NPT, Status Nuklir Dianggap Permanen
Ronaldo Kwateh, Pemain Termuda yang Debut di Timnas Senior, Kini Meredup Akibat Cedera
Hakim Dinilai Sandiwara saat Tanya Soal Operasi Khusus di Sidang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS