Trump Kerahkan Blokade Total ke Venezuela, Sebut Rezim Maduro Organisasi Teroris

- Rabu, 17 Desember 2025 | 18:20 WIB
Trump Kerahkan Blokade Total ke Venezuela, Sebut Rezim Maduro Organisasi Teroris

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggebrak dengan pernyataan keras. Ia mengumumkan "blokade total" untuk setiap kapal tanker minyak yang terkena sanksi, baik yang hendak masuk maupun keluar dari perairan Venezuela. Tak cuma itu, pemerintahan Nicolas Maduro dia cap sebagai "organisasi teroris asing".

Lewat unggahan di Social Truth, Rabu (17/12/2025), Trump menggambarkan situasinya dengan nada dramatis.

"Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh armada terbesar yang pernah dikerahkan dalam sejarah Amerika Selatan," tulisnya, seperti dilansir Anadolu Agency.

Blokade ini, menurut Trump, akan terus berlaku. Caracas harus mengembalikan "semua minyak, wilayah, dan aset-aset lainnya, yang sebelumnya mereka curi dari kita". Pernyataan itu sepertinya merujuk pada langkah nasionalisasi aset perusahaan AS yang dilakukan Venezuela bertahun-tahun silam.

Dia juga menuduh rezim Maduro memakai uang dari minyak untuk hal-hal mengerikan: mendanai terorisme narkoba, perdagangan manusia, bahkan pembunuhan dan penculikan. Di sisi lain, Trump menyebut warga Venezuela yang sebelumnya dikirim ke AS kini sedang dipulangkan "dengan cepat".

Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan yang makin memanas. Trump sudah lama mendesak Maduro turun dari kursi kekuasaannya. Dan dia terus bersikeras bahwa semua opsi termasuk tindakan militer masih di atas meja. Apalagi dengan pengerahan pasukan besar-besaran AS di kawasan itu belakangan ini.

Sejak operasi yang diklaim untuk memerangi narkoba dimulai awal September di Laut Karibia dan Pasifik Timur, Washington tercatat telah melancarkan sedikitnya 22 serangan. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba. Korban jiwa pun berjatuhan; setidaknya 87 orang tewas dalam rentetan serangan tersebut.

Menanggapi tekanan AS, Caracas tak tinggal diam. Mereka baru-baru ini menuduh Washington melakukan praktik "pembajakan maritim". Pemerintah Venezuela juga mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai kebijakan agresif dan pemaksaan berkelanjutan, terutama setelah AS menyita pengiriman minyak mereka di perairan internasional. Situasinya memang makin runyam.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar