Bayangkan hidup di kota besar. Biasanya yang terlintas adalah kemacetan tak berujung, udara yang tak lagi segar, dan biaya hidup yang terus menggerogoti kantong. Ritme hariannya memang melelahkan. Tapi, benarkah semua kota besar pasti bikin stres? Ternyata tidak selalu begitu.
Menurut sebuah penelitian terbaru, ada lho kota-kota di dunia yang justru dinilai paling minim tekanan. Laporan dari Travel and Leisure menyebutkan, layanan transfer uang Remitly baru saja merilis daftarnya. Mereka meneliti 170 kota global untuk sampai pada kesimpulan ini.
Penilaiannya didasarkan pada lima hal utama. Mulai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh 10 kilometer, tingkat polusi udara, sampai indeks biaya hidup. Faktor lain yang diperhitungkan adalah akses dan kualitas layanan kesehatan, serta seberapa aman warganya merasa berdasarkan indeks kriminalitas. Datanya sendiri diambil dari berbagai sumber seperti TomTom, Numbeo, dan IQAir.
Eindhoven, Juaranya
Dan pemenangnya adalah Eindhoven, sebuah kota di Belanda. Skor stresnya cuma 2,34 dari skala 1 sampai 10 di mana angka lebih tinggi berarti lebih stres. Cukup mengejutkan, ya?
Uniknya, Belanda benar-benar mendominasi. Kota-kota lain seperti Utrecht, Groningen, dan Rotterdam juga masuk dalam sepuluh besar. Sepertinya ada sesuatu yang mereka lakukan dengan benar di sana.
Eindhoven sendiri letaknya di Provinsi North Brabant, sekitar satu jam perjalanan dari Amsterdam. Kota ini punya nuansa futuristik yang kuat, dikenal sebagai pusat teknologi yang berkembang pesat. Jangan lupa, ini adalah tempat kelahiran raksasa elektronik Philips. Kini, kawasan Brainport Eindhoven-nya menjadi salah satu jantung inovasi teknologi di Eropa.
Mereka juga serius soal lingkungan. Kota ini punya target ambisius untuk sepenuhnya menggunakan energi terbarukan pada 2045. Dan mereka dapat dukungan dari Uni Eropa untuk mewujudkannya.
Hidup yang Lebih Mudah di Eindhoven
Mau contoh konkretnya? Coba bayangkan, perjalanan sejauh 10 kilometer di Eindhoven hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Bandingkan dengan kota-kota besar lain yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam.
Biaya hidupnya pun relatif lebih terjangkau. Untuk satu orang, biaya tahunannya sekitar 13.645 euro atau setara Rp 230 jutaan. Angka itu lebih rendah dibanding banyak kota besar lain di Eropa. Belum lagi sistem kesehatan Belanda yang terkenal bagus, bisa dinikmati oleh warga Eindhoven.
Meski identik dengan teknologi, kota ini tidak kering akan seni. Ada distrik kreatif Strijp-S yang menarik, juga perhelatan Dutch Design Week yang sudah mendunia. Jadi, hidup di sana nggak cuma tentang kerja, tapi juga tentang menikmati kehidupan.
Sepuluh Kota Paling 'Adem' di Dunia
Nah, ini dia daftar lengkap sepuluh kota paling tidak membuat stres menurut Remitly:
- Eindhoven, Belanda
- Canberra, Australia
- Tallinn, Estonia
- Utrecht, Belanda
- Groningen, Belanda
- Trondheim, Norwegia
- Rotterdam, Belanda
- Bergen, Norwegia
- Porto, Portugal
- Brisbane, Australia
Lalu, Mana Kota Paling Stres?
Di sisi lain, gelar yang kurang mengenakkan sebagai kota paling penuh tekanan jatuh ke New York City. Iya, kota yang tak pernah tidur itu.
Memang, kualitas udara dan layanan kesehatannya bagus. Tapi semua itu seakan tenggelam oleh biaya hidup yang melambung tinggi, salah satu yang tertinggi di dunia. Skor stres New York mencapai 7,56, sedikit mengungguli Dublin yang berada di posisi kedua dengan skor 7,55. Tampaknya, gemerlap Times Square dan kehidupan metropolitan yang serba cepat punya harganya sendiri.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun