Anak Kandung dan Tetangga Tua Diduga Tewaskan Lansia dengan Mutilasi di Bulukumba

- Kamis, 02 April 2026 | 02:15 WIB
Anak Kandung dan Tetangga Tua Diduga Tewaskan Lansia dengan Mutilasi di Bulukumba

Dini hari yang sunyi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, berubah menjadi adegan mengerikan. Idris (61), seorang pria lansia, tewas dengan cara yang tak terbayangkan. Lebih tragis lagi, pelaku pembunuhan dan mutilasi itu adalah anak kandungnya sendiri, SS (35), bersama seorang tetangga berinisial ML (72) yang sudah sepuh. Motifnya? Konflik keluarga yang memilukan: sang anak diduga sakit hati lantaran tak diakui sebagai anak kandung.

Kejadiannya berlangsung di gubuk penampungan rumput laut milik korban, di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang. Peristiwa itu terjadi Minggu (29/3/2026) dini hari, namun baru terungkap kemudian. Jenazah Idris ditemukan dalam kondisi yang benar-benar mengenaskan.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, membeberkan fakta ini dalam konferensi pers di Mapolres, Rabu (1/4).

“Pelaku dalam kasus ini berjumlah dua orang, yakni ML (72) dan SS (35). SS merupakan anak kandung korban, sementara ML adalah tetangga korban. Keduanya tinggal di alamat yang berdekatan dengan korban,” jelas Restu.

Menurut penjelasan polisi, korban sempat dilaporkan hilang. Tiga hari ia tak pulang ke rumah. Kekhawatiran keluarga akhirnya terjawab sudah dan dengan cara yang paling pahit. Justru anaknya yang lain yang menemukan sang ayah dalam keadaan tak bernyawa di gubuk itu pada Senin (30/3) pagi.

Tim dari Satreskrim Polres Bulukumba dan Polsek Gantarang langsung bergerak. Mereka mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah untuk autopsi. Pemeriksaan pun dilakukan terhadap empat orang saksi, termasuk MF, BC, serta kedua pelaku, SS dan ML, pada Selasa (31/3).

Proses penyidikan berjalan cepat. Bahkan, di hari yang sama dengan pemeriksaan saksi, aparat sudah bisa menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka. “Tim penyidik berhasil mengungkap kasus ini dan menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka pada hari yang sama,” tutur Kapolres.

Kasus ini tentu meninggalkan duka yang dalam. Sebuah tragedi yang menunjukkan betapa dendam dalam keluarga bisa berakhir pada titik yang begitu kelam dan tak manusiawi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar