"Mana Bupati Raja Ampat?" tanyanya dalam pertemuan itu.
"Tapi kita harus jaga ya Raja Ampat dan semua kawasan jangan sampai dirusak oleh wisatawan-wisatawan datang dengan kapal mereka dan kadang-kadang juga meninggalkan sampah, kotoran dan sebagainya."
Peringatannya tegas. Arus wisatawan, terutama dari mancanegara, harus dikelola dengan bijak. Jangan sampai euforia kunjungan justru menggerus keaslian dan kelestarian tempat-tempat indah itu.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Prabowo sederhana namun mendasar. Pembangunan pariwisata dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Sukses tidaknya diukur bukan hanya dari jumlah kunjungan tahun ini atau tahun depan, tapi dari apakah alam yang memukau itu masih utuh untuk dinikmati anak cucu kita nanti. Itu tanggung jawab bersama.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan WFH Jumat Tak Berlaku untuk Pejabat dan Layanan Publik
ASN Pemda Dapat Opsi WFH Setiap Jumat Mulai April 2026
Jaksa Agung Minta Kejati Papua Berani Tangani Kasus Korupsi Besar
Media Malaysia Soroti Performa Indonesia Usai Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series