Kabut pagi belum sepenuhnya hilang di atas kolam-kolam terpal di Jamblang, Cirebon, ketika sejumlah petani mulai menyortir hasil panen. Ikan lele yang berkembang biak dalam sistem bioflok itu bukan sekadar komoditas. Di baliknya, ada upaya strategis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengolah sawah dan tambak sebagai garis depan pencegahan terorisme.
Programnya bernama Desa Siapsiaga. Intinya, membangun ketahanan komunitas dari akar rumput, dengan pemberdayaan ekonomi sebagai ujung tombaknya. Di Jamblang, wujudnya adalah budidaya lele bioflok yang digulirkan di delapan desa.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, meninjau langsung panen itu. Baginya, program ini adalah kolaborasi nyata untuk memperkuat masyarakat desa secara menyeluruh. Fokusnya ganda: mendongkrak ekonomi sekaligus mengeratkan simpul komunitas sebagai benteng alami melawan radikalisme.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor ini bukan tanpa mandat. Ini adalah turunan langsung dari kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029, yang berpedoman pada Asta Cita Presiden.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang