Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:25 WIB
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat

Setelah dua tahun terkunci rapat di tengah peperangan, perlintasan Rafah akhirnya akan dibuka kembali. Israel mengumumkan rencana itu akan mulai berlaku besok, Minggu (1 Februari). Perlintasan yang jadi satu-satunya penghubung langsung antara Jalur Gaza dan Mesir itu, menurut rencana, akan beroperasi dua arah.

Namun begitu, pergerakannya dibatasi hanya untuk orang, itupun dengan aturan ketat.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (30/1), militer Israel menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang sudah berjalan sejak Oktober tahun lalu.

“Sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan arahan dari jajaran politik, Perlintasan Rafah akan dibuka pada Minggu (1/2) mendatang di kedua arah, hanya untuk pergerakan orang secara terbatas,”

Begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dikutip Anadolu Agency hari Sabtu. Operasionalnya nanti akan dikoordinasikan penuh dengan pihak Mesir. Setiap orang yang ingin melintas tetap harus mendapat lampu hijau dari Israel soal keamanannya, dan proses ini akan diawasi oleh misi Uni Eropa yang bertugas di sana.

Di sisi lain, pembukaan ini memberi secercah harapan bagi warga Gaza yang terpaksa mengungsi keluar saat perang. Militer Israel menyebut mereka bisa kembali, tentu saja setelah melalui prosedur koordinasi dengan Mesir dan persetujuan keamanan dari Israel. Ini kabar baik, meski prosesnya tak akan instan.

Tapi, ada sedikit silang pendapat soal jadwal pastinya. Ali Shaath, kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, menyebutkan waktu yang berbeda. Menurut pengumuman dia, pembukaan resmi justru baru dilakukan hari Senin (2/2). Sementara hari Minggu besok hanya akan digunakan sebagai hari uji coba operasional.

Jadi, meski pengumuman sudah beredar, tampaknya masih ada detail teknis yang perlu diselaraskan di lapangan. Semuanya berjalan, tapi dengan tempo yang mungkin berbeda antara satu pihak dan pihak lain.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar