Kuncinya, kata dia, ada pada sinergi.
"Kita semua prihatin. Komisi I menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional. Dengan begitu, diplomasi dan kerja sama luar negeri bisa benar-benar sejalan dengan kepentingan nasional kita," papar Dave.
Dia menambahkan, pengawasan dan dukungan kebijakan yang tepat akan membuat penanganan bencana berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Sebelumnya, juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, telah mengonfirmasi pengiriman surat tersebut. Alasannya, UNDP dan UNICEF dinilai punya pengalaman berharga dari penanganan tsunami 2004 silam.
Selain upaya ke PBB, bantuan dari berbagai lembaga juga sudah mulai mengalir. Saat ini, tercatat ada 77 lembaga bersama 1.960 relawan yang turun tangan. Mereka berasal dari NGO lokal, nasional, hingga internasional.
Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah. Beberapa nama yang sudah masuk dalam data BNPB antara lain Save The Children, Baznas, Islamic Relief, Relawan Nusantara, dan Yayasan Geutanyoe.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka