Sabtu (31/1) pagi, Provinsi Balochistan di Pakistan barat daya kembali diguncang kekerasan. Kali ini, kelompok separatis etnis Baloch melancarkan serangan terkoordinasi yang menewaskan puluhan orang. Dari data sementara, sedikitnya 10 aparat keamanan dan 37 militan tewas dalam baku tembak sengit.
Menurut sejumlah saksi, situasi sempat sangat mencekam. Serangan dilancarkan serentak di lebih dari 12 lokasi, terutama di wilayah-wilayah yang sudah lama rawan konflik. Seorang pejabat senior keamanan, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi hal ini kepada AFP.
Di ibu kota provinsi, Quetta, dampaknya juga terasa. Seorang pejabat lain melaporkan empat polisi tewas di kota itu. Namun, belum jelas apakah mereka termasuk dalam total korban yang sudah diumumkan sebelumnya.
Di sisi lain, militer Pakistan mengakui terjadinya serangan, tapi menilai aksi para militan itu gagal. Seorang pejabat militer di Islamabad, seperti dikutip AP News, menyebut respons pasukan keamanan berjalan efektif.
Tak lama setelah kejadian, kelompok Baloch Liberation Army (BLA) muncul dengan pernyataan. Mereka mengklaim bertanggung jawab penuh. Dalam pernyataannya, BLA menyebut sasaran mereka adalah instalasi militer, pos polisi, dan pejabat sipil. Mereka juga mengaku memblokade beberapa jalan utama untuk mempersulit pergerakan pasukan.
Artikel Terkait
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas
Nishfu Syaban: Antara Anjuran dan Penolakan Ulama