Akibatnya, suasana chaos pun tak terhindarkan. Layanan telepon seluler tiba-tiba mati di sejumlah distrik, diduga diblokir untuk alasan keamanan. Lalu lintas darat kacau balau, sementara perjalanan kereta api di seluruh Balochistan terpaksa dihentikan sementara waktu.
Merespons insiden ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif langsung memberikan apresiasi. Dia memuji kinerja aparat yang dinilai berhasil menggagalkan serangan besar-besaran tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa perang melawan terorisme akan terus dilanjutkan tanpa kompromi.
Memang, konflik di Balochistan bukan cerita baru. Sudah puluhan tahun wilayah yang kaya sumber daya ini dilanda pergolakan. Kelompok-kelompok bersenjata kerap menyerang simbol-simbol negara, juga menargetkan pekerja pendatang dan kepentingan asing yang dianggap merampas kekayaan lokal.
Yang menarik, serangan Sabtu ini terjadi hanya sehari setelah militer Pakistan mengklaim keberhasilan lain: menewaskan 41 pemberontak dalam dua operasi terpisah di wilayah yang sama. Rangkaian peristiwa ini jelas menandai eskalasi terbaru dalam konflik panjang yang sepertinya belum akan berakhir.
Artikel Terkait
Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Diduga Darah Menstruasi
Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade
Lantai Kayu Tua Ambruk, Rombongan SD Terjatuh 4 Meter di Tangsi Belanda
Bencana Ekologis: Ujian Terberat Kedaulatan di Era Modern