Seorang sopir truk diamankan Polresta Serang Kota setelah terlibat kecelakaan yang menewaskan Rahmi Winangsih, seorang dosen Untirta. Yang menarik, keluarga korban ternyata telah memaafkan pelaku. Alhasil, polisi pun tidak melakukan penahanan.
Pelaku berinisial A itu diamankan Jumat lalu di Kampung Babakan Pasir, Kabupaten Serang. Menurut pengakuannya, dia sama sekali tidak sadar telah menabrak korban. Kok bisa?
Ipda Dedi Yuanto dari Satlantas Polresta Serang Kota menjelaskan kejadiannya.
"Sopirnya tidak menabrak dari depan, jadi dia tidak tahu. Cuma merasa truknya sedikit goyang di bagian belakang," ujarnya, Selasa (16/12).
Nah, setelah dipertemukan dengan keluarga almarhumah, sikap keluarga justru penuh pengampunan. Mereka secara resmi menyatakan tidak menuntut.
"Sudah ada surat pernyataan. Keluarga memaafkan," kata Dedi menegaskan.
Kecelakaan maut ini terjadi lebih dulu, tepatnya Selasa (9/12) pagi di Jalan Akses Tol Serang Timur. Sekitar pukul 07.45 WIB, Rahmi yang sedang mengendarai motor dari arah Ciceri tiba-tiba oleng dan jatuh. Diduga, motornya terserempet sebuah truk yang arahnya sama. Sayangnya, nomor polisi dan identitas truk itu tak terlacak saat itu.
Akibatnya sungguh tragis. Rahmi mengalami luka berat dan dinyatakan tewas di tempat. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Sari Asih.
Meski berakhir dengan maaf, kisah ini tentu meninggalkan duka yang dalam. Sebuah insiden di pagi hari yang merenggut nyawa, dan sebuah pengampunan di tengah kesedihan.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Konsultasi ke KPK untuk Antisipasi Korupsi di Program Sekolah Rakyat
Perempuan di Surabaya Diduga Sekap dan Kuras Harta Pacar Lansia Ayah Sendiri Selama Setahun
Pemerintah Targetkan Indonesia Bebas ODOL pada 1 Januari 2027
Dua Mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, Divonis Mati karena Korupsi