Malam Mencekam di Kampus Brown: Dua Tewas, Delapan Kritis dalam Penembakan

- Senin, 15 Desember 2025 | 06:10 WIB
Malam Mencekam di Kampus Brown: Dua Tewas, Delapan Kritis dalam Penembakan

Suasana malam Sabtu di kampus Universitas Brown tiba-tiba berubah jadi mencekam. Dentuman tembakan memecah keheningan, memicu kepanikan. Insiden mengerikan itu menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya dengan kondisi yang disebut kritis.

Peringatan darurat segera dikeluarkan. Seluruh orang di kawasan kampus diminta segera mencari tempat aman dan mengunci diri.

Wali Kota Providence, Brett Smiley, dengan suara berat mengonfirmasi korban jiwa.

“Saya dapat memastikan bahwa ada dua orang yang meninggal dan ada delapan orang lainnya dalam kondisi kritis,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Mayoritas korban adalah mahasiswa. Saat ini, sejumlah pasien masih dirawat intensif di Rumah Sakit Rhode Island akibat luka tembak.

Sophia Holman, salah seorang mahasiswi, masih merasakan gemetar saat menceritakan kejadian itu. Ia sedang mencari ruang belajar di gedung teknik ketika suara keras mengguncang.

Awalnya ia menduga suara itu berasal dari bengkel kayu kampus. Tapi semua berubah saat melihat seseorang berlari ketakutan melewatinya nalurinya langsung bekerja. Ia pun ikut berlari.

“Semua orang cukup tegang,” kenang Holman.

Setelah berlari sejauh satu blok, ia segera menelepon polisi. Menurutnya, respons petugas keamanan kampus terbilang cepat.

“Saat ini ada banyak kekacauan dan ketakutan, tetapi saya pikir ada juga banyak kepercayaan, kepercayaan bahwa mereka (polisi) berada di sana secepat mungkin, dan bahwa, Anda tahu, staf medis melakukan semua yang mereka bisa untuk semua orang yang terluka.”

Respons dari Gedung Putih

Presiden Donald Trump turut angkat bicara. Ia menyebut peristiwa ini sangat mengerikan dan memastikan fokus utama saat ini adalah penyelamatan korban.

“Saya telah diberi pengarahan lengkap tentang situasi di Universitas Brown, betapa mengerikannya hal itu,” kata Trump.

Ia menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan meminta publik Amerika untuk berduka.

“Dan yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa untuk para korban dan bagi mereka yang tampaknya terluka,” tambahnya. “Kami akan memberi tahu Anda nanti tentang apa yang terjadi, tetapi ini sangat disayangkan.”

Tak hanya Trump, Wakil Presiden JD Vance juga menyuarakan keprihatinan melalui media sosial X. Ia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan dengan saksama.

“Berita buruk dari Rhode Island malam ini. Kita semua memantau situasi dan FBI siap melakukan apa pun untuk membantu,” tulis Vance.

Pelaku Masih Hilang di Telan Malam

Di tengah duka yang menyelimuti, satu pertanyaan besar masih menggantung: di mana pelakunya? Hingga saat ini, pria yang diduga berusia sekitar 30 tahun itu masih buron.

“Saat ini kami belum menahan pelaku penembakan,” tegas Wali Kota Smiley.

Insiden ini tentu menjadi pukulan telak bagi Universitas Brown. Kampus bergengsi yang masuk dalam jajaran Ivy League jaringan perguruan tinggi paling prestisius di Amerika itu kini harus berhadapan dengan trauma yang mendalam. Suasana akademik yang biasanya tenang dan fokus, kini tercoreng oleh tragedi yang memilukan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar