Di sisi lain, ada kabar yang sedikit meredakan. Jumlah pengungsi di pos-pos terpusat terus menyusut. Banyak warga memilih pindah ke rumah saudara atau tetangga mereka.
"Meskipun demikian status dari saudara-saudara kita yang kemudian pindah dari titik pengungsian terpusat ke rumah keluarga atau tetangga, ini statusnya masih pengungsi," tegas Abdul Muhari.
"Mereka masih mengungsi, tetapi tidak di titik pengungsian terpusat. Ini lebih ke arah mengungsi mandiri," tambahnya.
Selain korban tewas, data lain juga masih memprihatinkan. Pencarian untuk 212 orang yang masih hilang terus digencarkan. Sementara itu, jumlah total pengungsi, baik yang mandiri maupun di pos terpusat, tercatat masih sangat tinggi: 624.670 orang.
Rincian penambahan korban tewas berasal dari Aceh sebanyak sembilan orang, dan satu lagi dari Kabupaten Agam. Angka-angka ini terus bergerak, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang melanda.
Artikel Terkait
BI Resmikan QRIS untuk Turis Jepang, China dan Korea Selatan Menyusul
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Solu Bolon Warnai HUT Toba, Bupati Ajak Masyarakat Bernostalgia
Polda Riau Musnahkan Ratusan Rakit dan Ungkap Puluhan Kasus Tambang Emas Ilegal