Kabar baik buat para pelaku usaha dan turis. Bank Indonesia baru saja mengumumkan bahwa turis asal Jepang sekarang bisa bertransaksi di Indonesia menggunakan QRIS. Ya, metode pembayaran digital yang sudah akrab di sini itu. Mereka tinggal pindai kode QR di merchant-merchant lokal.
Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI, yang menjelaskan hal ini. Menurutnya, pengembangan sistem QRIS lintas batas dengan Jepang telah memperoleh lisensi resmi. Dengan kata lain, infrastrukturnya sudah siap dan disetujui.
"Jadi artinya orang Jepang yang datang ke Indonesia sebagai turis atau sebagai kunjungan yang lain-lainnya bisa menggunakan QR di merchant-merchant Indonesia,"
ujar Filianingsih dalam sebuah konferensi pers daring, Selasa (17/3).
Caranya cukup sederhana. Pengunjung dari Negeri Sakura itu bisa langsung pakai aplikasi mobile banking atau e-wallet yang biasa mereka gunakan di Jepang. Mereka tak perlu repot-repot menukar uang tunai atau membawa kartu kredit fisik. Cukup scan dan bayar. Praktis, kan?
Ini seperti membalas budi, sebenarnya. Sebelumnya, orang Indonesia yang liburan ke Jepang sudah bisa menikmati kemudahan serupa. Kita bisa bertransaksi di sana dengan memindai JPQR lewat aplikasi dompet digital Indonesia. Sekarang, giliran kita yang menjamu.
Nah, perkembangan terbaru ini bukan satu-satunya. Rupanya, BI punya agenda besar lainnya. Filianingsih menyebut bahwa kerja sama serupa dengan dua raksasa ekonomi Asia lainnya juga sudah di depan mata.
"QRIS Indonesia–Cina dan Indonesia–Korea Selatan, ini kami akan implementasikan akhir Maret atau awal April,"
katanya dalam kesempatan lain, yaitu konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (19/2).
Semua persiapan teknis untuk kedua kerja sama itu diklaim telah rampung. Untuk China, proses pengujiannya tuntas di akhir Januari lalu. Sedangkan dengan Korea Selatan, tahapannya selesai pada akhir Februari 2026.
Filianingsih menggambarkan situasi saat ini dengan kalimat yang cukup gamblang. Semuanya sudah siap, tinggal menunggu waktu eksekusi.
"Jadi tinggal gunting pita saja. Tunggu tanggal mainnya, akhir Maret atau awal April,"
katanya penuh keyakinan.
Langkah-langkah ini jelas merupakan terobosan signifikan. Bayangkan, gelombang turis dari ketiga negara itu tak lagi perlu pusing dengan pembayaran. Di sisi lain, merchant lokal pun diuntungkan dengan kemudahan transaksi yang cepat dan aman. Semua menjadi lebih mudah, lebih lancar. Dan yang pasti, ini adalah sinyal kuat bahwa ekosistem pembayaran digital Indonesia kian terhubung dengan dunia.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi