Penugasan selama 120 hari sejak Agustus itu ternyata memakan korban. Kim menyebut ada sembilan nyawa yang hilang, sebuah kehilangan yang ia sebut "memilukan". Pernyataan ini ia sampaikan dalam upacara penyambutan pada Jumat (12/12).
Tak lupa, ia menganugerahkan penghargaan negara bagi para prajurit yang gugur.
"Kalian semua, baik perwira maupun prajurit, menunjukkan kepahlawanan massal," ujar Kim.
Ia menambahkan, mereka berhasil mengatasi beban mental dan fisik yang nyaris tak terbayangkan, dan itu terjadi hampir setiap hari.
Artikel Terkait
Bibit Siklon 98S Mengancam, Gelombang 6 Meter Berpotensi Hantam Sejumlah Perairan
Polri Minta Maaf, Personel yang Amankan Pedagang Es Kue Jadul Diperiksa Propam
Tujuh Pemuda Diringkus Usai Aniaya Pengendara dan Siram Air Panas ke Ibu Gendong Balita
Serikat Buruh Tolak Usulan Polri Dibawah Kementerian, Dukung Penuh Sikap Kapolri