Penugasan selama 120 hari sejak Agustus itu ternyata memakan korban. Kim menyebut ada sembilan nyawa yang hilang, sebuah kehilangan yang ia sebut "memilukan". Pernyataan ini ia sampaikan dalam upacara penyambutan pada Jumat (12/12).
Tak lupa, ia menganugerahkan penghargaan negara bagi para prajurit yang gugur.
"Kalian semua, baik perwira maupun prajurit, menunjukkan kepahlawanan massal," ujar Kim.
Ia menambahkan, mereka berhasil mengatasi beban mental dan fisik yang nyaris tak terbayangkan, dan itu terjadi hampir setiap hari.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka