Sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan datang dari Pyongyang. Awal tahun ini, Korea Utara ternyata mengirim pasukannya ke wilayah Kursk, Rusia. Tugas mereka? Membersihkan ranjau. Pengakuan langka ini disampaikan langsung oleh Kim Jong Un dalam sebuah pidato yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu (13/12).
Memang, ini bukan kali pertama isu keterlibatan tentara Korut di Rusia mencuat. Sebelumnya, badan intelijen Korea Selatan dan sejumlah negara Barat sudah bersuara. Mereka menyebut Pyongyang telah mendukung pasukan Rusia di Ukraina dengan mengirim ribuan personelnya.
Lantas, apa imbalannya? Menurut para analis, Rusia membalas dengan bantuan keuangan, teknologi militer, hingga pasokan energi dan makanan untuk Korea Utara. Sebuah kerja sama yang saling mengisi, meski diwarnai tugas-tugas berbahaya.
Dalam pidatonya untuk menyambut kepulangan sebuah resimen dari Rusia, Kim Jong Un memberikan gambaran sekilas tentang tugas berat mereka. Menurut laporan kantor berita resmi KCNA, para prajurit itu sempat menulis "surat kepada kampung halaman dan desa mereka" di sela-sela jam-jam pembersihan ranjau.
Artikel Terkait
Bibit Siklon 98S Mengancam, Gelombang 6 Meter Berpotensi Hantam Sejumlah Perairan
Polri Minta Maaf, Personel yang Amankan Pedagang Es Kue Jadul Diperiksa Propam
Tujuh Pemuda Diringkus Usai Aniaya Pengendara dan Siram Air Panas ke Ibu Gendong Balita
Serikat Buruh Tolak Usulan Polri Dibawah Kementerian, Dukung Penuh Sikap Kapolri