Kapolri Turun Langsung, Tinjau Dapur Umum dan Posko Kesehatan di Pengungsian Aceh

- Kamis, 11 Desember 2025 | 16:55 WIB
Kapolri Turun Langsung, Tinjau Dapur Umum dan Posko Kesehatan di Pengungsian Aceh
Laporan Kunjungan Kapolri ke Pengungsian Aceh

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung melihat kondisi pengungsian di Aceh Tengah. Kunjungannya pada Kamis lalu itu berfokus pada fasilitas yang disiapkan Polri untuk warga yang terdampak bencana. Di Masjid Besar Al Abrar, ia mengecek posko kesehatan dan sebuah dapur lapangan yang cukup besar.

Dapur itu, kata mereka yang mengelola, bisa memasak 250 porsi dalam sekali waktu. Lumayan untuk memenuhi kebutuhan sementara. Sementara untuk urusan kesehatan, ada lima tenaga medis yang siaga di tempat. Posko tersebut menjadi rumah sementara bagi 426 orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Dalam peninjauan ini, Kapolri tak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Ketum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, Dankorbrimob Irjen Ramdani Hidayat, serta Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah. Mereka berkeliling, melihat dari dekat bagaimana bantuan dioperasionalkan.

Tak cuma meninjau, bantuan langsung diserahkan di lokasi. Bantuan itu berupa 300 paket sembako, ratusan selimut, obat-obatan, bahkan mainan anak. Upaya kecil untuk menghibur di tengah situasi yang sulit.

Sebelumnya, agenda serupa sudah dilakukan Sigit di Aceh Tamiang. Tepatnya di sekitar Jembatan Kuala Simpang. Di sana, selain menyalurkan bantuan makanan, juga digelar sesi trauma healing untuk meringankan beban psikologis korban.

Fasilitas yang didirikan Polri di Tamiang terbilang lengkap. Mulai dari water treatment, posko kesehatan, hingga dapur umum. Bahkan, Kapolri juga menyempatkan diri meninjau proses pembersihan pasca-banjir di tiga titik kritis: SDN 01 Karangbaru, Masjid Syuhada, dan Mapolres setempat. Sekitar 200 personel dikerahkan untuk pekerjaan itu.

Bantuan yang didistribusikan di Aceh Tamiang jumlahnya cukup masif enam truk penuh. Isinya beragam, disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan.

Isi truk pertama berfokus pada peralatan teknis dan logistik: chainsaw, jet pump, genset, hingga pompa air. Juga ada mainan anak dan kain kafan.

Truk kedua dan ketiga mengangkut tandon air besar-besaran serta bahan bakar seperti solar dan bensin dalam puluhan jerigen. Perlengkapan vital untuk memulihkan pasokan air dan listrik.

Kebutuhan sehari-hari diangkut truk keempat. Ada ratusan paket sembako, pakaian dinas lapangan (PDL), hingga perangkat wifi. Truk kelian berisi sumbangan dari Ibu Ketum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, yang isinya sangat detail: dari masker, obat-obatan, bumbu masak, rokok, mukena, hingga seragam sekolah.

“Bantuan ini kami usahakan menyentuh berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pokok, kesehatan, sampai dukungan psikologis,” ujar seorang perwira yang mendampingi.

Truk terakhir, truk keenam, memuat lebih banyak lagi seragam sekolah untuk berbagai jenjang dan ratusan lembar selimut. Upaya ini tampaknya ingin memastikan bahwa anak-anak bisa kembali bersekolah dan warga memiliki sedikit kehangatan di malam hari.

Kunjungan dan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat Polri terhadap bencana yang melanda wilayah Aceh. Terlihat upaya untuk tidak hanya sekadar memberikan barang, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung berjalan sehingga bermanfaat langsung bagi pengungsi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler