Mobil Pengantar Makanan Terobos Halaman, 20 Orang Terluka di SDN Cilincing

- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:40 WIB
Mobil Pengantar Makanan Terobos Halaman, 20 Orang Terluka di SDN Cilincing

Pagi itu di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, suasana tiba-tiba berubah kacau. Sebuah mobil operasional pengantar makanan nyelonong masuk halaman sekolah dan menabrak sejumlah siswa serta guru. Insiden yang terjadi sekitar pukul setengah delapan pagi ini langsung diselidiki oleh Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi jumlah korban. “Korban 20 orang, terdiri atas 19 siswa dan 1 orang guru,” ujarnya. Rinciannya, lima orang dirawat di RS Koja, empat belas lainnya dibawa ke RSUD Cilincing, dan seorang lagi mendapat penanganan di puskesmas setempat.

Menurut keterangan, mobil GranMax itu menghantam pagar terlebih dahulu sebelum akhirnya menerobos ke lapangan tempat para murid sedang berkumpul.

Usai menjenguk korban di RSUD Koja, Irjen Asep memberikan penjelasan kepada awak media. Ia menyatakan telah menugaskan jajarannya untuk mengolah TKP.

“Saya sudah ke TKP, ya. Kita akan melakukan olah TKP. Saya akan tugaskan Dirlantas dan Dirreskrimum, ya, untuk memastikan tentang motif ataupun kejadian yang tadi pagi pukul 06.39 WIB itu terjadi di sekolah SD Negeri 01,” kata Asep.

Ia menambahkan, sopir mobil kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jakarta Utara. “Masih berproses. Saya tidak mau menduga-duga, tapi nanti hasil pemeriksaan akan kami sampaikan kembali,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri sempat menyampaikan keterangan awal dari sang pengemudi. Sopir mengaku mengalami kesalahan fatal dalam menginjak pedal.

“Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara,” jelas Bobi.
“Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kira-kira itu (rem), ternyata gas,” sambungnya menerangkan alur kejadian.

Nah, klaim soal rem yang ‘nggak pakem’ dan kekeliruan injak pedal gas ini masih akan dikonfirmasi lebih lanjut oleh penyidik. Polisi masih mendalami semua kemungkinan, termasuk mengecek kondisi kendaraan dan rekam jejak pengemudi. Semua masih dalam tahap penyelidikan. Untuk motif pastinya? Kita tunggu saja perkembangan resmi dari pihak kepolisian.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar