Waspada Anak Krakatau, Cuaca Banten Berpotensi Hujan dan Gelombang Tinggi

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:40 WIB
Waspada Anak Krakatau, Cuaca Banten Berpotensi Hujan dan Gelombang Tinggi

Status Gunung Anak Krakatau masih Waspada. Level II itu dipertahankan hingga hari ini, Rabu (10/12/2025), berdasarkan pantauan terkini dari Pusat Vulkanologi. Masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar, diminta untuk tetap siaga.

Plt. Kabid Humas Polda Banten, AKBP Meryadi, mengingatkan soal cuaca yang bisa berubah dengan cepat. Ia menyarankan agar warga selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG atau instansi berwenang. "Jangan cuma mengandalkan perkiraan sendiri," pesannya.

Menurut Meryadi, prakiraan BMKG untuk Banten hari ini cukup bervariasi. Pagi didominasi cerah berawan, tapi hujan ringan bisa saja mengguyur beberapa titik seperti Anyer, Tanara, dan Pulomerak.

"Memasuki siang, cuaca akan berawan," ujarnya.

Ia lalu merinci daftar panjang wilayah yang berpotensi diguyur hujan. Untuk hujan sedang, waspadai Cibeber dan Lebakgedong. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di banyak kecamatan, mulai dari Panggarangan, Muncang, Bojongmanik, hingga menyebar ke daerah seperti Serang, Kramatwatu, Tigaraksa, dan merambah ke wilayah Tangerang seperti Serpong dan Ciputat.

"Nanti malam, hujan ringan masih mungkin terjadi di beberapa titik seperti Curug, Cisauk, Ciledug, Serpong, dan Ciputat," tambah Meryadi.

Selain soal hujan, ada juga peringatan lain dari BMKG. Mereka mengeluarkan peringatan dini untuk gelombang laut dengan ketinggian sedang, antara 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang perlu diwaspadai adalah Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda bagian barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak. Ini penting buat nelayan atau siapa pun yang beraktivitas di laut.

Kembali ke soal gunung, Meryadi menyampaikan laporan PVMBG per 9 Desember. Aktivitas vulkaniknya masih terpantau. Asap kawah terlihat putih, tipis, membumbung sekitar 5 meter di atas puncak. Dari sisi kegempaan, terekam satu kali gempa vulkanik dalam dan tremor menerus dengan amplitudo kecil.

"Rekomendasinya jelas," tegas Meryadi.

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan dilarang mendekat dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Itu batas amannya."

Jadi, intinya, selain memperhatikan cuaca yang tak menentu dan gelombang laut, kewaspadaan terhadap Gunung Anak Krakatau tetap harus jadi prioritas. Semua pihak diharap waspada.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar