Tim dokter dari RS Polri Kramat Jati akhirnya berhasil mengidentifikasi sepuluh jenazah dari korban kebakaran hebat di kantor Terra Drone. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap, para korban diduga kuat meninggal karena menghirup asap dan gas beracun, khususnya karbon monoksida. Tak hanya itu, sebagian besar juga mengalami luka bakar.
Brigjen Nyoman Eddy Purnama, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, menjelaskan hal ini dalam keterangannya Rabu lalu.
"Untuk penyebab kematian, berdasarkan pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami, (penyebabnya) mengarah pada terhirupnya asap dan gas CO karbon monoksida," ujarnya.
Nyoman melanjutkan, temuan laboratorium memperkuat kesimpulan itu. Tes darah menunjukkan kadar karbon monoksida yang sangat tinggi pada para korban.
"Gas ini sangat beracun karena semestinya yang kita hirup oksigen tapi tidak ada, kemudian masuk ini karbondioksida jadi beracun kemudian seseorang mengalami kematian karena keracunan gas," jelasnya lebih rinci.
Soal luka bakar, derajatnya bervariasi. "Semuanya rata-rata mengalami (luka bakar), tetapi derajat 2, jadi melepuh seperti itu," tambah Nyoman.
Proses identifikasi sendiri bukan perkara mudah. Kondisi jenazah yang sebagian melepuh menyulitkan tim. Mereka harus menggunakan berbagai cara, mulai dari memeriksa struktur gigi, properti yang ditemukan di tubuh, hingga catatan medis.
"Jadi ada bagian-bagian, termasuk sidik jarinya yang susah kita eksplor karena ada beberapa bagian tubuh korban ada yang melepuh," ucapnya.
Sementara proses identifikasi berlanjut, penyebab kebakaran masih jadi tanda tanya besar. Investigasi masih terus digelar. Dari informasi sementara, dugaan mengarah pada baterai drone di lantai satu yang meledak. Api dari ledakan itu kemudian menjalar dengan cepat ke benda-benda lain di sekitarnya.
Sepuluh Nama yang Kini Terdata
Hingga saat ini, dari total 22 jasad, baru sepuluh yang berhasil diidentifikasi. Berikut nama-nama mereka:
Artikel Terkait
Sopir Truk Diganjar Penghargaan Usai Cegah Mobil Hantu di Tol
Markas UNRWA di Yerusalem Timur Hangus Terbakar, Diduga Bagian dari Upaya Sistematis
Di Tengah Reruntuhan, Ada yang Ingin Menikah
Pasca Bencana, Warga Aceh dan Sumut Serukan: Kami Butuh Kitab Suci Pengganti