Gerakan 'patungan beli hutan' yang ramai di media sosial mendapat sorotan dari politisi. Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR dari PKB, menyebutnya sebagai sebuah sindiran. Dan menurutnya, sindiran itu cukup keras.
Gerakan ini muncul setelah rentetan bencana di Aceh, Sumut, hingga Sumbar. Banyak yang menuding deforestasi sebagai biang kerusakannya. Organisasi seperti Pandawara Group ikut menyuarakan, bahkan sejumlah musisi ternama macam Denny Caknan dan Vidi Aldiano turut menyambut.
"Ini sindiran tajam untuk pemerintah," kata Daniel Johan kepada wartawan, Rabu lalu.
Meski ide patungan itu sendiri ia nilai menarik dan penuh kepedulian, dibaliknya tersimpan kekecewaan yang mendalam. Rakyat, lewat gerakan ini, seolah ingin mengambil alih karena merasa pemerintah tak becus mengurus hutan.
Daniel melihat degradasi hutan kian parah setiap tahun. Bencana ekologis datang silih berganti, menelan korban jiwa dan harta. Yang membuatnya geram, para pelaku perusak seringkali lolos dari hukuman. Mereka tak pernah benar-benar bertanggung jawab.
"Ini bentuk tamparan buat pengambil kebijakan," tegasnya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Bandara Soetta Tambah 735 Penerbangan
Golkar Desak Kajian Mendalam Sebelum WFH untuk Hemat BBM Diterapkan
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas
Polisi Kembalikan Mobil dan Kambing Hasil Perampokan Sadis ke Pasangan Lansia di Cileungsi