Kemensos Pacu Distribusi Logistik dan Dapur Umum di Tengah Pemulihan Pascabencana

- Rabu, 10 Desember 2025 | 08:35 WIB
Kemensos Pacu Distribusi Logistik dan Dapur Umum di Tengah Pemulihan Pascabencana

Pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Sosial terus bergerak. Upaya penanganan di lapangan berjalan dinamis, dengan fokus utama pada pendistribusian logistik, penyediaan tempat berlindung, dan operasi dapur umum untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengakui situasinya memang beragam. Di satu sisi, beberapa daerah sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun begitu, tak sedikit pula wilayah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau.

“Kondisinya dinamis sekali di lapangan,” ujar Gus Ipul.

“Masih ada yang terisolir, aksesnya pun sulit. Tapi berkat kerja keras dan gotong royong, pemulihan perlahan mulai terlihat. Meski, ya, kita semua tahu belum sepenuhnya selesai. Untuk saat ini, dukungan logistik dan pendirian dapur umum jadi prioritas kami.”

Pernyataan tersebut ia sampaikan kembali melalui keterangan tertulis pada Rabu (10/12). Turut mendampingi dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Hingga Selasa kemarin, nilai bantuan yang sudah disalurkan Kemensos mencapai angka yang cukup besar: Rp 83 miliar lebih. Bantuan bufferstock ini mengalir melalui jaringan gudang Sentra Kemensos, Dinas Sosial di tingkat provinsi dan kabupaten, hingga lumbung sosial di tingkat kecamatan atau desa.

p>“Dukungan logistik ini merupakan bagian dari upaya terpadu bersama kementerian/lembaga lain, termasuk TNI dan Polri. Semuanya menyatu, tidak bisa dipisahkan,” jelas Gus Ipul.

Selain stok cadangan, bantuan reguler berupa beras juga digelontorkan. Totalnya 101,4 ton, dengan rincian 52 ton untuk Aceh, 34,4 ton ke Sumatera Barat, dan 15 ton di Sumatera Utara.

Langkah konkret lain adalah pendirian 39 dapur umum yang tersebar di titik-titik kritis. Aceh mendapat 21 titik, Sumatera Barat 10 titik, dan Sumatera Utara 7 titik. Bayangkan, setiap harinya dapur-dapur ini memproduksi sekitar 417 ribu porsi makanan siap santap. Anggaran operasionalnya pun tak main-main, mencapai lebih dari Rp 2 miliar per hari untuk ketiga provinsi tersebut.

“Kami mendirikan dapur umum untuk melayani pengungsi dan warga terdampak,” ungkapnya.

“Ada yang kami dirikan langsung dengan Dinsos dan BPBD setempat, ada juga yang dikelola mandiri oleh masyarakat. Untuk yang terakhir, kami yang menyuplai bahan bakunya.”

Ke depan, Kemensos juga telah menyiapkan santunan bagi korban jiwa dan luka berat. Ahli waris korban meninggal akan menerima Rp 15 juta, sementara korban luka berat mendapat Rp 5 juta. “Santunan ini akan disalurkan setelah asesmen bersama Dinsos Daerah rampung,” tuturnya.

Begitu masa tanggap darurat berakhir, fase rehabilitasi akan dimulai. Di tahap inilah Kemensos akan fokus pada program pemberdayaan bagi mereka yang terdampak. Prosesnya akan melibatkan banyak pihak, dari BNPB, TNI-Polri, hingga pemerintah daerah.

“Rencana pemberdayaan sedang kami susun. Tentu dengan koordinasi yang erat antar kementerian/lembaga dan, sekali lagi, pemerintah daerah,” ujarnya.

Model dukungannya sendiri nanti akan sangat bergantung pada hasil asesmen kebutuhan. “Kalau korban punya usaha atau baru merintis, kami akan dukung sesuai kebutuhannya. Jika ada yang ingin jadi pekerja terampil, ya itu juga akan kami tindaklanjuti,” pungkas Gus Ipul.

Sebagai gambaran, berikut rincian bantuan logistik yang telah turun ke tiga provinsi tersebut:

  • Makanan siap saji: 61.488 paket
  • Makanan anak: 19.338 paket
  • Lauk pauk: 13.900 paket
  • Mi instan: 200 dus
  • Air mineral: 600 dus
  • Lampu emergency: 3 unit
  • Kasur: 13.380 lembar
  • Selimut: 19.059 lembar
  • Family kit: 16.930 paket
  • Kidware: 11.462 paket
  • Tenda gulung: 8.680 lembar
  • Tenda keluarga: 2.277 unit
  • Tenda pengungsi: 81 unit
  • Sandang dewasa: 1.300 paket
  • Sandang anak: 700 paket
  • Dapur Umum Lapangan (Dumlap): 11 unit
  • SHS-500: 36 unit
  • Genset: 2 unit
  • Toilet portable: 5 unit
  • Tenda induk: 10 unit
  • Penjernih air: 12 unit.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar