"Pekerja di situ berlarian menyelamatkan diri tadi bang, yang bawa kendaraan juga kabur menyelamatkan diri," katanya.
Onok menambahkan, rasa trauma akibat banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya masih sangat membekas. Itu yang membuat reaksi mereka begitu spontan dan cepat.
Dampaknya langsung terlihat. Jalan alternatif seadanya yang menjadi penghubung desa tak kuasa menahan amukan arus. Jalan itu rusak dan sebagian terseret air, memutus akses warga.
Kejadian ini seperti mengulang kisah pilu yang belum lama berlalu. Warga Garoga sepertinya harus terus waspada, menunggu kemurahan alam.
Artikel Terkait
Uni Eropa Siap Golongkan IRGC Iran Sebagai Teroris, Tehran Murka
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi
Malam Tahun Baru di Depok, Brankas dan Uang Rp 21 Juta Raib Dibobol
Menteri PU Ungkap Penyebab dan Solusi Banjir Bekasi yang Tak Kunjung Surut