"Pekerja di situ berlarian menyelamatkan diri tadi bang, yang bawa kendaraan juga kabur menyelamatkan diri," katanya.
Onok menambahkan, rasa trauma akibat banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya masih sangat membekas. Itu yang membuat reaksi mereka begitu spontan dan cepat.
Dampaknya langsung terlihat. Jalan alternatif seadanya yang menjadi penghubung desa tak kuasa menahan amukan arus. Jalan itu rusak dan sebagian terseret air, memutus akses warga.
Kejadian ini seperti mengulang kisah pilu yang belum lama berlalu. Warga Garoga sepertinya harus terus waspada, menunggu kemurahan alam.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Halalbihalal di Istana, Dihadiri Pejabat Negara dan Keluarga SBY
Pedagang Bakso di Jakarta Selatan Pilih Berjualan Saat Lebaran, Baru Mudik Usai Liburan
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Disambut Hangat Warganet
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang