Nama Whip Pink mendadak ramai diperbincangkan. Pemicunya, kasus tragis yang menimpa selebgram Lula Lahfah. Tapi ternyata, cerita penyalahgunaan zat tak berhenti di situ. DJ Dinar Candy mengungkap fenomena lain yang marak di dunia hiburan malam: 'pod geter'.
Sebelumnya, Whip Pink mungkin terdengar asing. Kini, produk berwarna merah muda itu jadi sorotan tajam. Bukan karena fungsinya yang resmi, melainkan justru karena disalahgunakan untuk mencapai sensasi mabuk atau 'nge-fly'.
Di situs resminya, produk ini jelas-jelas diklaim untuk keperluan dapur. Fungsinya sebagai pengembang krim kocok, pelengkap kue atau minuman. Isinya bukan krim, melainkan gas nitrous oxide bertekanan. Gas N2O itu, yang biasa disebut 'whippets', seharusnya cuma mendorong krim keluar dari tabung. Bukan untuk dihirup.
Namun begitu, kenyataannya berbeda. Tren di media sosial memperlihatkan cara lain. Gas itu dihirup langsung atau dimasukkan ke balon sebagai inhalan. Tujuannya cari 'high', sensasi melayang yang mengubah keadaan fisik. Mirip dengan efek yang dikenal sebagai poppers.
Belum reda pembicaraan soal Whip Pink, Dinar Candy membuka suara. Ia cerita pengalaman pribadinya saat bekerja sebagai DJ. Pernah suatu kali, ada balon yang 'diterbangkan' ke arahnya oleh pengunjung klub.
"Aku pernah dikasih balon pas nge-DJ di Jakarta, kalau yang 'tau', itu balonnya ditangkap terus dihirup, tapi aku balikin ke penonton," ujar Dinar.
Artikel Terkait
Keluarga Lula Lahfah Bakal Diperiksa, Penolakan Autopsi Jadi Sorotan
Suryono Tahan Amarah, Eliza Datang dan Bongkar Rahasia di Cinta Sepenuh Jiwa
Tangis Onadio Leonardo Pecah Usai Beby Prisillia Tegaskan Janji Susah Senang
Kuasa Hukum Rully Anggi Akbar Bungkam Soal Isu Perceraian dengan Boiyen