Cairan Berbau Tajam Disemprotkan ke Ilhan Omar di Tengah Acara Town Hall

- Rabu, 28 Januari 2026 | 18:36 WIB
Cairan Berbau Tajam Disemprotkan ke Ilhan Omar di Tengah Acara Town Hall

Suasana di acara town hall Ilhan Omar di Minneapolis tiba-tiba berubah kacau. Selasa (27/1) itu, seorang pria mendekati anggota DPR AS dari Partai Demokrat itu dan menyemprotkan cairan berbau tajam ke arahnya. Insiden ini terjadi di tengah gelombang ketegangan yang makin tinggi, terutama terkait kebijakan imigrasi federal yang jadi perdebatan sengit di wilayah tersebut.

Polisi dengan cepat menangkap pelaku di tempat. Dia kini menghadapi tuduhan penyerangan tingkat tiga. Kabar baiknya, menurut laporan Reuters, Omar tidak mengalami cedera serius.

Serangan itu sendiri terjadi tak lama setelah Omar menyampaikan pidato keras. Ia mengkritik habis-habisan aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) serta Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem.

“ICE tidak bisa direformasi, tidak bisa direhabilitasi. Kita harus membubarkan ICE untuk selamanya,” tegas Omar di hadapan audiens.

Ia kemudian menambahkan, “Dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem harus mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan.”

Ucapannya disambut tepuk tangan riuh. Namun, hanya beberapa saat kemudian, seorang pria di barisan depan tiba-tiba maju. Sambil berteriak, “Anda harus mengundurkan diri,” dia menyemprotkan cairan dari sebuah benda yang mirip alat suntik.

Rekaman video dari AP News memperlihatkan petugas keamanan langsung bergerak. Mereka menjatuhkan dan melumpuhkan pria itu ke lantai. Seorang saksi mata yang diwawancarai Reuters menduga cairannya adalah amonia, karena menyebabkan iritasi ringan di tenggorokan.

Menariknya, Omar sempat melangkah mendekati pelaku dengan tangan terangkat, sebelum akhirnya dilerai. Setelah jeda singkat, dia menolak untuk menghentikan acara, meski sempat diminta periksa medis.

“Saya belajar sejak usia muda, jangan menyerah pada ancaman,” katanya, mencoba menenangkan hadirin. “Hadapi mereka langsung dan tetap berdiri teguh.”

Kantor Omar kemudian mengonfirmasi bahwa politikus berusia 43 tahun itu dalam kondisi baik-baik saja.

Kritik Trump dan Ancaman yang Meningkat

Ironisnya, beberapa jam sebelum insiden, Presiden Donald Trump sudah lebih dulu menyasar Omar. Saat berbicara di Iowa, dia menyatakan pemerintahannya hanya akan menerima imigran yang bisa membuktikan kecintaan mereka pada AS.

“Mereka harus bangga, tidak seperti Ilhan Omar,” ujar Trump, disambut sorakan pendukungnya.

Dia bahkan menyinggung asal-usul Omar. “Dia berasal dari negara yang merupakan bencana. Jadi mungkin, saya pikir itu bahkan bukan sebuah negara.”

Serangan verbal Trump terhadap Omar, termasuk soal latar belakang Somalia-nya, memang sudah kerap terjadi. Omar sendiri tiba di AS pada usia 12 tahun dan menjadi warga negara pada tahun 2000.

Namun begitu, serangan di Minneapolis ini bukanlah insiden terisolasi. Ancaman terhadap anggota Kongres AS sedang melonjak drastis. Data dari Polisi Capitol menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat hampir 15.000 kasus ancaman dan tindakan mencurigakan naik sekitar 58% dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya, di Utah, seorang pria juga ditangkap karena memukul anggota DPR AS lainnya, Maxwell Frost. Saat melakukannya, dia berteriak bahwa Trump akan mendeportasinya.

Suasana politik memang memanas. Dan apa yang dialami Ilhan Omar di Minneapolis mungkin adalah cermin dari keadaan itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar