Suasana di acara town hall Ilhan Omar di Minneapolis tiba-tiba berubah kacau. Selasa (27/1) itu, seorang pria mendekati anggota DPR AS dari Partai Demokrat itu dan menyemprotkan cairan berbau tajam ke arahnya. Insiden ini terjadi di tengah gelombang ketegangan yang makin tinggi, terutama terkait kebijakan imigrasi federal yang jadi perdebatan sengit di wilayah tersebut.
Polisi dengan cepat menangkap pelaku di tempat. Dia kini menghadapi tuduhan penyerangan tingkat tiga. Kabar baiknya, menurut laporan Reuters, Omar tidak mengalami cedera serius.
Serangan itu sendiri terjadi tak lama setelah Omar menyampaikan pidato keras. Ia mengkritik habis-habisan aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) serta Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem.
“ICE tidak bisa direformasi, tidak bisa direhabilitasi. Kita harus membubarkan ICE untuk selamanya,” tegas Omar di hadapan audiens.
Ia kemudian menambahkan, “Dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem harus mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan.”
Ucapannya disambut tepuk tangan riuh. Namun, hanya beberapa saat kemudian, seorang pria di barisan depan tiba-tiba maju. Sambil berteriak, “Anda harus mengundurkan diri,” dia menyemprotkan cairan dari sebuah benda yang mirip alat suntik.
Rekaman video dari AP News memperlihatkan petugas keamanan langsung bergerak. Mereka menjatuhkan dan melumpuhkan pria itu ke lantai. Seorang saksi mata yang diwawancarai Reuters menduga cairannya adalah amonia, karena menyebabkan iritasi ringan di tenggorokan.
Menariknya, Omar sempat melangkah mendekati pelaku dengan tangan terangkat, sebelum akhirnya dilerai. Setelah jeda singkat, dia menolak untuk menghentikan acara, meski sempat diminta periksa medis.
“Saya belajar sejak usia muda, jangan menyerah pada ancaman,” katanya, mencoba menenangkan hadirin. “Hadapi mereka langsung dan tetap berdiri teguh.”
Artikel Terkait
Siklus Bencana di Indonesia: Antara Respons Darurat dan Mitigasi yang Terlupakan
Lima Pemburu Diamankan, Rekaman Kamera Trap Ungkap Dugaan Cedera Macan Tutul
Gubernur Pramono Anung Geram, Desak Satpol PP Ganyut Peredaran Tramadol Ilegal di Tanah Abang
Di Balik Forum Perdamaian: Ketika Diplomasi Indonesia Justru Mengukuhkan Penjajahan