Kantor Omar kemudian mengonfirmasi bahwa politikus berusia 43 tahun itu dalam kondisi baik-baik saja.
Kritik Trump dan Ancaman yang Meningkat
Ironisnya, beberapa jam sebelum insiden, Presiden Donald Trump sudah lebih dulu menyasar Omar. Saat berbicara di Iowa, dia menyatakan pemerintahannya hanya akan menerima imigran yang bisa membuktikan kecintaan mereka pada AS.
“Mereka harus bangga, tidak seperti Ilhan Omar,” ujar Trump, disambut sorakan pendukungnya.
Dia bahkan menyinggung asal-usul Omar. “Dia berasal dari negara yang merupakan bencana. Jadi mungkin, saya pikir itu bahkan bukan sebuah negara.”
Serangan verbal Trump terhadap Omar, termasuk soal latar belakang Somalia-nya, memang sudah kerap terjadi. Omar sendiri tiba di AS pada usia 12 tahun dan menjadi warga negara pada tahun 2000.
Namun begitu, serangan di Minneapolis ini bukanlah insiden terisolasi. Ancaman terhadap anggota Kongres AS sedang melonjak drastis. Data dari Polisi Capitol menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat hampir 15.000 kasus ancaman dan tindakan mencurigakan naik sekitar 58% dari tahun sebelumnya.
Sebelumnya, di Utah, seorang pria juga ditangkap karena memukul anggota DPR AS lainnya, Maxwell Frost. Saat melakukannya, dia berteriak bahwa Trump akan mendeportasinya.
Suasana politik memang memanas. Dan apa yang dialami Ilhan Omar di Minneapolis mungkin adalah cermin dari keadaan itu.
Artikel Terkait
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa