Baterai Drone Diduga Picu Kobaran Maut di Cempaka Baru

- Selasa, 09 Desember 2025 | 20:55 WIB
Baterai Drone Diduga Picu Kobaran Maut di Cempaka Baru

Asap masih mengepul tipis dari reruntuhan gedung di Cempaka Baru itu, sementara petugas masih sibuk beraktivitas. Kebakaran hebat yang menewaskan 22 orang itu kini memasuki fase penyelidikan mendalam. Polisi, kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, tak hanya mengejar sumber api pertama, tetapi juga akan membongkar kemungkinan ada kelalaian di balik tragedi ini.

Izin operasional gedung pun akan diperiksa ulang. Semuanya akan ditelusuri.

“Tentunya dari penyebab tersebut kita akan kaji lagi,” ujar Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi kejadian, Selasa (9/12).

“Apakah ada kaitannya dengan kelalaian, atau justru ada pihak lain yang harus bertanggung jawab. Soal perizinan dan hal-hal teknis lainnya, itu semua akan kami periksa lebih lanjut,” tambahnya.

Menurutnya, proses olah TKP sudah langsung digeber. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri turun tangan untuk mengumpulkan petunjuk di antara puing-puing yang hangus.

“Tim Labfor sudah di sini dan sedang bekerja. Mereka berusaha menemukan sebab-sebab pasti kebakaran ini,” jelas Susatyo.

Nah, dari cerita para saksi yang sempat didapat, ada dugaan kuat bahwa awal mula bencana berasal dari baterai "drone". Tapi itu baru permulaan. Polisi enggan buru-buru mengambil kesimpulan. Semuanya masih perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan forensik yang lebih ketat.

“Sementara ini, dari keterangan, memang ada indikasi baterai drone yang terbakar. Tapi kenapa bisa terbakar? Itu yang masih dicari,” ujarnya.

“Kita beri waktu dulu pada tim Labfor untuk bekerja. Mereka yang akan menentukan titik sumber api yang sebenarnya.”

Kebakaran yang melaporkan ke damkar sekitar pukul 12.43 WIB itu meninggalkan duka yang dalam. Korban jiwa mencapai 22 orang – 15 perempuan dan 7 laki-laki. Sebuah angka yang terlalu besar untuk sebuah musibah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar