Anaknya yang berada di lantai 3 itu langsung berlari menyelamatkan diri ke bawah. Namun begitu, nasib rekan-rekan sekantornya tak seberuntung itu. Dari informasi yang dia peroleh, korban di lantai itu sangat banyak.
“Kebakaran ya dia lari langsung ke bawah. Ke bawah terus, ya udah. Temen-nya yang lainnya ya nggak tahu, katanya begitu,” lanjut Dea dengan suara bergetar. “Ternyata di lantai 3 tuh meninggal semua. Sampai bosnya dia juga.”
Di sisi lain, rasa syukur yang luar biasa tetap menyelimutinya. Bagaimanapun, anaknya berhasil keluar dari gedung yang menjadi neraka itu dan termasuk dalam daftar korban selamat. Sebuah keberuntungan di tengah duka yang mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman api telah dinyatakan selesai. Sayangnya, angka korban jiwa terus bertambah. Data sementara mencatat, tidak kurang dari 22 orang meninggal dunia dalam insiden mengerikan ini.
Artikel Terkait
Real Madrid Menang Dramatis 3-2 Atas Atletico dalam Derbi Ibu Kota
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh, Suami Siri Warga Irak Ditangkap
Gubernur Papua Barat Daya Kunjungi Korban Serangan KKB di Maybrat, Dua Marinir Gugur
Trump Ancam Kerahkan ICE ke Bandara AS Jika Demokrat Tolak Pendanaan