Sore itu, suasana di sekitar gedung Terra Drone di Kemayoran masih mencekam. Sejumlah keluarga korban kebakaran datang, wajah-wajah mereka dipenuhi kecemasan dan tanda tanya besar. Di antara mereka, ada Dea (52), yang berhasil menemui anaknya yang selamat. Dia masih terlihat syok.
“Anak saya sekitar jam 12 telepon saya,” ujar Dea, menirukan suara putrinya. “‘Bun, kantor aku meledak, terus langsung mati’, katanya. Saya lemes dong.”
Percakapan singkat itulah yang membuatnya limbung. Tanpa pikir panjang, Dea langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan keadaan anaknya. Rasa lemas itu masih terasa, tapi kekhawatiran seorang ibu jauh lebih kuat.
Menurut cerita anaknya, semua terjadi begitu cepat. Sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. “Iya meledak aja pas bunyi ‘bum’ gitu. Dia langsung sigap dia ke bawah,” tutur Dea, menggambarkan kepanikan di tempat kejadian.
Artikel Terkait
Rudal Hantam Halaman Rumah di Arad, 88 Orang Terluka Tanpa Korban Jiwa
Black Dinner 1440: Perebutan Kekuasaan di Skotlandia Berakhir dengan Pemenggalan di Hadapan Raja Bocah
Dua Prajurit Marinir Tewas dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat
Bupati Jember Siapkan Skema WFH ASN untuk Efisiensi Energi dan Anggaran