Sore itu, suasana di sekitar gedung Terra Drone di Kemayoran masih mencekam. Sejumlah keluarga korban kebakaran datang, wajah-wajah mereka dipenuhi kecemasan dan tanda tanya besar. Di antara mereka, ada Dea (52), yang berhasil menemui anaknya yang selamat. Dia masih terlihat syok.
“Anak saya sekitar jam 12 telepon saya,” ujar Dea, menirukan suara putrinya. “‘Bun, kantor aku meledak, terus langsung mati’, katanya. Saya lemes dong.”
Percakapan singkat itulah yang membuatnya limbung. Tanpa pikir panjang, Dea langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan keadaan anaknya. Rasa lemas itu masih terasa, tapi kekhawatiran seorang ibu jauh lebih kuat.
Menurut cerita anaknya, semua terjadi begitu cepat. Sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. “Iya meledak aja pas bunyi ‘bum’ gitu. Dia langsung sigap dia ke bawah,” tutur Dea, menggambarkan kepanikan di tempat kejadian.
Anaknya yang berada di lantai 3 itu langsung berlari menyelamatkan diri ke bawah. Namun begitu, nasib rekan-rekan sekantornya tak seberuntung itu. Dari informasi yang dia peroleh, korban di lantai itu sangat banyak.
“Kebakaran ya dia lari langsung ke bawah. Ke bawah terus, ya udah. Temen-nya yang lainnya ya nggak tahu, katanya begitu,” lanjut Dea dengan suara bergetar. “Ternyata di lantai 3 tuh meninggal semua. Sampai bosnya dia juga.”
Di sisi lain, rasa syukur yang luar biasa tetap menyelimutinya. Bagaimanapun, anaknya berhasil keluar dari gedung yang menjadi neraka itu dan termasuk dalam daftar korban selamat. Sebuah keberuntungan di tengah duka yang mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman api telah dinyatakan selesai. Sayangnya, angka korban jiwa terus bertambah. Data sementara mencatat, tidak kurang dari 22 orang meninggal dunia dalam insiden mengerikan ini.
Artikel Terkait
Warga Bandung Terluka Tangan Usai Hadang Macan Tutul untuk Lindungi Anak-anak
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Impor Barang Palsu, Sita Barang Bukti Rp40,5 Miliar
KPK Tangkap Lima Tersangka Suap Impor, Satu Buron dan Puluhan Miliar Diamankan
Kepala KPP Banjarmasin Ditahan KPK Usai OTT, Akui Terima Janji Suap