Lumpur Beku dan Alat Rusak, RSUD Aceh Tamiang Berjuang Bangkit Pasca-Banjir

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 16:36 WIB
Lumpur Beku dan Alat Rusak, RSUD Aceh Tamiang Berjuang Bangkit Pasca-Banjir

Rumah Sakit Umum Daerah di Aceh Tamiang masih dalam kondisi berantakan. Banjir dan tanah longsor yang menghantam pada November silam meninggalkan jejak kehancuran yang dalam. Lantai-lantainya kini diselimuti lumpur yang mengeras, sementara peralatan medis berantakan tak bisa lagi dipakai. Untuk menangani situasi ini, TNI AD mengerahkan puluhan personelnya.

Pekerjaan berat membersihkan RSUD itu akhirnya bisa dimulai Kamis lalu, tanggal 4 Desember. Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, Dandim setempat, mengungkapkan bahwa awalnya, 35 personel dikerahkan. Tantangan pertama justru di jalan menuju lokasi. Aksesnya terhalang oleh kendaraan-kendaraan yang terseret arus, sehingga terpaksa harus dipindahkan dengan cara digotong.

“Pembersihan RSUD Tamiang pasca banjir telah dilaksanakan mulai Kamis, 4 Desember 2025 dengan kekuatan 35 orang,” jelas Subhi Fitra pada Sabtu (6/12).

Ia menggambarkan kondisi di dalam rumah sakit itu suram. Lapisan lumpur setebal 40 centimeter menutupi seluruh permukaan lantai dasar dan sudah mengeras. Barang-barang di dalamnya, porak-poranda. Rusak semua diterjang banjir.

Melihat luasnya pekerjaan, kekuatan pun ditambah secara signifikan keesokan harinya.

“Hari Jumat, 5 Desember 2025, kekuatan ditambah sebanyak 80 orang untuk pembersihan dan dibantu satu unit kendaraan damkar (pemadam kebakaran),” ucap dia.

Di tengah kekacauan ini, ada secercah kehidupan yang masih bertahan. Di lantai dua rumah sakit, yang luput dari terjangan air, sejumlah pasien masih harus dirawat. Ironisnya, meski ruangannya kering, tidak ada lagi alat medis yang berfungsi untuk menunjang perawatan mereka.

“Menurut keterangan dari Kepala RSUD Tamiang, di lantai 2 yang kebetulan tidak terkena banjir, masih ada pasien dirawat hingga pada saat ini, walaupun tidak ada lagi alat medis yang bisa digunakan,” ujar Subhi Fitra.
“Kepala RSUD Tamiang telah menawarkan untuk dilaksanakan evakuasi ke RSU wilayah Medan akan tetapi masih menunggu akses semakin membaik,” tambahnya.

Memang, bencana yang melanda Aceh Tamiang akhir November lalu benar-benar mengisolasi wilayah ini. Akses jalan terputus, sulit ditembus. Namun begitu, upaya bantuan kini mulai bisa menjangkau. Pemerintah pusat dan daerah berhasil mendistribusikan logistik untuk warga yang terdampak.

Di lapangan, kerja sama terus berjalan. BNPB, TNI, Polri, dan pemda setempat bahu-membahu menyalurkan bantuan, sambil berjuang mengembalikan fungsi-fungsi vital seperti rumah sakit ini. Perjalanannya masih panjang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar