Di tengah kekacauan ini, ada secercah kehidupan yang masih bertahan. Di lantai dua rumah sakit, yang luput dari terjangan air, sejumlah pasien masih harus dirawat. Ironisnya, meski ruangannya kering, tidak ada lagi alat medis yang berfungsi untuk menunjang perawatan mereka.
Memang, bencana yang melanda Aceh Tamiang akhir November lalu benar-benar mengisolasi wilayah ini. Akses jalan terputus, sulit ditembus. Namun begitu, upaya bantuan kini mulai bisa menjangkau. Pemerintah pusat dan daerah berhasil mendistribusikan logistik untuk warga yang terdampak.
Di lapangan, kerja sama terus berjalan. BNPB, TNI, Polri, dan pemda setempat bahu-membahu menyalurkan bantuan, sambil berjuang mengembalikan fungsi-fungsi vital seperti rumah sakit ini. Perjalanannya masih panjang.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral