Di tengah kekacauan ini, ada secercah kehidupan yang masih bertahan. Di lantai dua rumah sakit, yang luput dari terjangan air, sejumlah pasien masih harus dirawat. Ironisnya, meski ruangannya kering, tidak ada lagi alat medis yang berfungsi untuk menunjang perawatan mereka.
Memang, bencana yang melanda Aceh Tamiang akhir November lalu benar-benar mengisolasi wilayah ini. Akses jalan terputus, sulit ditembus. Namun begitu, upaya bantuan kini mulai bisa menjangkau. Pemerintah pusat dan daerah berhasil mendistribusikan logistik untuk warga yang terdampak.
Di lapangan, kerja sama terus berjalan. BNPB, TNI, Polri, dan pemda setempat bahu-membahu menyalurkan bantuan, sambil berjuang mengembalikan fungsi-fungsi vital seperti rumah sakit ini. Perjalanannya masih panjang.
Artikel Terkait
Anjing Liar dan Lalai Pemilik: Dua Insiden Serangan Ganas Guncang Jawa Barat
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos