Gempa M 7,6 Lumpuhkan Transportasi Utara Jepang

- Selasa, 09 Desember 2025 | 05:35 WIB
Gempa M 7,6 Lumpuhkan Transportasi Utara Jepang

Gempa berkekuatan besar mengguncang Jepang. Getarannya, dengan magnitudo 7,6, terasa kuat di wilayah pantai utara negara itu. Imbasnya langsung terasa: sejumlah perjalanan kereta cepat Shinkansen terpaksa dihentikan.

Menurut laporan NHK, Selasa (9/12/2025), East Japan Railway Company mengumumkan penghentian sementara layanan Tohoku Shinkansen. Rute antara Stasiun Fukushima dan Shin-Aomori tak beroperasi. Tiga kereta api terpaksa berhenti di tengah jalur.

"Kami sedang memeriksa kerusakan pada rel," begitu penjelasan perusahaan. Kapan layanan bisa kembali normal? Mereka belum bisa memastikan.

Tak hanya Shinkansen. Cabang Morioka dari perusahaan yang sama juga menghentikan sementara layanan di Jalur Utama Tohoku, tepatnya di Prefektur Iwate. Dua kereta lain melakukan pemberhentian darurat. Kabar baiknya, belum ada laporan korban luka-luka. Tapi soal kapan operasi dilanjutkan, masih dalam tanda tanya.

Di sisi lain, kekacauan juga melanda transportasi udara. Bandara New Chitose di Sapporo, Hokkaido, yang termasuk tersibuk, langsung melakukan pemeriksaan. Hingga Senin malam pukul 23.40, mereka masih mengecek kondisi kedua landasan pacunya, mencari tahu apakah ada kelainan.

Jalan Raya Pun Tak Luput

Jaringan jalan tol juga terdampak parah. East Nippon Expressway Company menyebut lalu lintas di beberapa ruas jalan terpaksa dihentikan total. Antara Simpang Susun Bandara Shiraoi dan Shinchitose, serta ruas Tomakomai Higashi-Numanohata Nishi, benar-benar dikosongkan.

Akibatnya, kemacetan panjang di hari Selasa ini diprediksi tak terhindarkan.

Meski begitu, ada sedikit kabar yang agak meredakan. East Japan Railway menyatakan, untuk sementara, tidak ada dampak pada layanan kereta cepat dan reguler mereka menyusul peringatan gempa besar dari pihak berwenang. Peringatan itu dikeluarkan setelah gempa M 7,6 hari Senin.

Tapi jangan senang dulu. Operator tetap mewanti-wanti. "Penundaan atau pembatalan masih sangat mungkin terjadi jika nantinya ditemukan kerusakan pada infrastruktur," begitu kira-kira peringatan mereka.

Maskapai penerbangan seperti All Nippon Airways dan Japan Airlines tampaknya lebih optimistis. Keduanya berencana beroperasi normal mulai Selasa ini.

Menurut pedoman Kantor Kabinet, peringatan gempa besar itu sendiri tidak serta-merta membatasi operasi di jalur kereta, bandara, atau jalan raya. Tugas pihak berwenang justru memberi informasi selengkapnya ke publik: mana lokasi yang dianggap rawan, dan ke mana titik evakuasi yang aman, jika gempa susulan benar-benar terjadi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar