Senin pagi (8/12/2025) di Senayan, ruang paripurna DPR RI kembali ramai. Rapat paripurna ke-10 masa sidang II tahun 2025-2026 resmi digelar. Agenda utamanya cukup krusial: mengesahkan RUU Penyesuaian Pidana menjadi undang-undang. Dari total 579 anggota, rapat ini dihadiri oleh 158 orang.
Dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan didampingi Adies Kadir, suasana rapat berlangsung khidmat. Dasco pun membacakan kuorum di awal acara.
"Menurut catatan Sekretariat Jenderal, daftar hadir yang sudah ditandatangani ada 158 anggota. Izin tercatat 140," ujar Dasco.
"Artinya, kuorum sudah terpenuhi. Rapat ini juga dihadiri perwakilan dari seluruh fraksi."
Setelah memastikan kuorum, dia lalu membuka rapat secara resmi. "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan rapat paripurna DPR RI ke-10 ini dibuka. Dan terbuka untuk umum," tambahnya. Rencananya, sidang paripurna ini sekaligus akan menutup masa persidangan II.
Agendanya cukup padat. Selain pembahasan tingkat akhir RUU Penyesuaian Pidana, ada seberapa laporan lain yang menunggu keputusan. Badan Legislasi (Baleg) akan menyampaikan laporan tentang perubahan Prolegnas, baik untuk prioritas 2026 maupun perubahan kedua untuk periode 2025-2029. Laporan dari Komisi V soal uji kelayakan calon pengurus LPJK periode 2025-2029 juga akan dibawa ke sidang ini.
Tak cuma itu, fraksi-fraksi akan menyampaikan pendapat mereka mengenai dua RUU usul inisiatif. Yang pertama adalah RUU tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dari Baleg. Yang kedua, RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban yang diusung Komisi XIII. Keduanya akan diputuskan apakah layak menjadi RUU usulan DPR.
Di sisi lain, rapat juga akan menetapkan keanggotaan pansus untuk dua RUU lain: Desain Industri dan Hukum Perdata Internasional. Semua agenda itu akan berpuncak pada pidato penutupan masa sidang oleh Ketua DPR.
Nah, dengan agenda sepanjang itu, rapat ini jelas bukan sekadar formalitas. Para anggota dewan tampaknya harus siap duduk lama. Hasilnya tentu dinanti-nanti, terutama untuk RUU Penyesuaian Pidana yang jadi sorotan utama.
Artikel Terkait
Lampu Jalan di Cipinang Muara Kembali Menyala Usai Dicuri, Pelaku Masih Buron
Tim BPTD dan Dishub Turun ke Lokasi Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Izin Angkutan Ternyata Sudah Kedaluwarsa
Prabowo Tiba di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Gunakan Mobil Maung Garuda sebagai Simbol Diplomasi Industri Nasional
Psikolog TNI Sebut Empat Terdakwa Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Layak Jadi Prajurit