Untuk mempercepat segalanya, Gerindra Tapsel mengerahkan tiga unit excavator dan empat dump truck. Alat-alat berat itu sibuk mengangkut material, membuka jalan, dan menormalkan area sekitar pemukiman. Di sisi lain, distribusi logistik juga jalan terus. Sembako, bahan masak, pakaian, sampai kebutuhan paling mendasar terus didistribusikan. Posko logistik sengaja ditempatkan dekat dapur umum, biar pengaturannya lebih gampang.
Memang, kondisi di lapangan masih berat. Tapi Abdul Basith Dalimunthe menegaskan kesiapan timnya.
"Evakuasi, pembersihan, dapur umum, dan pendataan kebutuhan warga terus kita jalankan. Kita pastikan masyarakat tidak sendirian,"
Kerja kolaboratif ini perlahan mulai membuahkan hasil. Akses warga yang semula terisolasi total, kini sedikit demi sedikit terbuka. Mereka yang tadinya terputus dari bantuan, kini bisa tersambung lagi.
Dengan dukungan lengkap mulai dari logistik, posko kesehatan, dapur umum, sampai alat berat proses pemulihan di Huta Godang diharapkan bisa makin cepat. Apalagi ancaman cuaca buruk masih mengintai. Aparat dan relawan berjanji bakal terus siaga, memastikan pelayanan berjalan sampai situasi benar-benar stabil dan hunian sementara siap ditinggali.
Artikel Terkait
29 RT Masih Tergenang, Warga Ibu Kota Bertahan di Pengungsian
Gempa 4,6 SR Guncang Nias Utara Dini Hari
Putin dan Larijani Bahas Aliansi di Kremlin Saat Ancaman AS ke Iran Menggantung
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan