Menjelang kedatangan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Sumatera Barat, suasana malam Sabtu (6/1) di Padang cukup sibuk. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar rapat koordinasi yang mendesak. Tujuannya satu: menyamakan persepsi antara para kepala daerah dengan jajaran Balai dan Satker Kementerian PU setempat. Andre berharap, langkah ini bisa memangkas birokrasi dan mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak parah akibat bencana.
Rapat itu sendiri dihadiri sederet nama penting. Mulai dari Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, hingga sejumlah bupati dan wali kota seperti John Kenedy Azis (Padang Pariaman), Yota Balad (Pariaman), Fadly Amran (Padang), dan Jon Firman Pandu (Solok). Andre Rosiade, politikus Gerindra asal dapil Sumbar I itu, langsung meminta setiap daerah memaparkan kondisi terkini dan kebutuhan mendesak mereka.
“Bisa langsung bersurat atau berkomunikasi. Malam ini kita sinkronkan dulu sebelum Menteri PU datang,”
tegas Andre, yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Gerindra.
Menurutnya, koordinasi langsung semacam ini krusial. Tanpa ada kesepahaman dari bawah, proses penanganan pascabencana bisa tersendat. Di sisi lain, waktu sangat terbatas. Menteri PU rencananya akan meninjau langsung titik-titik terdampak berat, seperti Malalak di Agam, ruas Lembah Anai, dan kawasan Malalo.
Namun begitu, ada sedikit perubahan jadwal. Rapat dengan menteri semula direncanakan di Pariaman, tapi ternyata beliau harus memenuhi panggilan presiden terlebih dahulu. “Insyaallah besok pagi beliau tiba di Padang. Rapat tetap kita lakukan agar perencanaan anggaran matang,” tambah Andre. Intinya, semua harus siap.
Sementara itu, dari sisi angka, kerusakannya benar-benar masif. Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumbar, Armizoprades, membeberkan data yang mencengangkan. Setelah diverifikasi dari seluruh dinas PU di daerah, total kerugian untuk jalan provinsi dan kabupaten/kota mencapai Rp 1,68 triliun.
“Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan kerusakan jalan di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp 1,68 triliun,”
jelas Armizoprades. Angka yang fantastis, dan menjadi beban berat yang harus segera dicarikan solusinya. Malam itu di Padang, pembicaraan berlangsung alot, penuh harapan, tapi juga diwarnai kecemasan akan besarnya pekerjaan yang menanti.
Artikel Terkait
54 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL Dirawat di RSUD Bekasi, 3 Tewas
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektar di Sumsel, Bandar Ditangkap dan 220 Kg Ganja Disita
Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Dipicu Taksi Tertemper di Perlintasan
KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Tiga Perjalanan Kereta Jarak Jauh Akibat Dampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur