Faktanya di lapangan, banyak daerah terpencil masih terisolasi. Mereka butuh alat berat, butuh pasokan makanan dan obat-obatan yang mustahil diangkut dengan cara biasa. Menurut Doli, hanya komando nasional yang bisa memangkas birokrasi dan mempercepat semua itu. "Dengan status nasional, birokrasi dipotong, komando jadi satu, fokus utama adalah penyelamatan," lanjutnya.
Tak cuma soal tanggap darurat, penanganan jangka menengah juga akan lebih terjamin. Kesehatan warga, tempat tinggal sementara, air bersih, sampai perlindungan untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, bisa lebih terkoordinir jika negara turun tangan dengan skema nasional. Bahkan, dalam kondisi tertentu, bantuan dari luar negeri pun bisa lebih cepat masuk setelah status ini ditetapkan.
Pesan terakhirnya jelas: jangan tunda lagi. Situasi di lokasi bencana berubah dengan cepat, setiap jam berharga.
"Jangan menunda keputusan ini mengingat situasi di lapangan terus berubah cepat. Prioritas kita adalah keselamatan rakyat. Semakin cepat status nasional ditetapkan, semakin cepat pula kita bisa meminimalkan korban dan memulihkan daerah terdampak,"
tegas Doli menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Polisi Periksa ART hingga Sopir, Reza Arap Belum Pasti Hadir dalam Kasus Meninggalnya Lula Lahfah
Kapolri Pasang Target 10 Detik dan 10 Menit untuk Layanan Darurat 110
Misteri Kematian Ibu di Ponorogo, Anaknya Menghilang Sebelum Tragedi
Tito Karnavian Pimpin Rapat Darurat, Fokus Rehabilitasi Tiga Provinsi Pascabencana