Namun begitu, harapan untuk menemukan 366 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang kini nyaris pupis. Mereka hilang diterjang hujan lebat pekan lalu, yang dengan cepat berubah menjadi banjir bandang dan longsor.
Di ibu kota Kolombo sendiri, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Air banjir yang semula merendam kota perlahan surut sejak Rabu (3/12) waktu setempat. Setidaknya ini secercah kabar baik setelah akhir pekan yang begitu mencekam.
Sementara itu, kehidupan ratusan ribu orang masih terus terganggu. Dari sekian juta yang terdampak, sekitar 200.000 orang terpaksa mengungsi dan kini tinggal di tempat-tempat penampungan yang disiapkan pemerintah. Mereka menunggu, sambil berusaha memulihkan diri dari bencana yang datang tiba-tiba ini.
Artikel Terkait
Praktisi Hukum Dukung Penegasan Kapolri: Polri di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi
Nadiem Buka Suara: Rapat dengan Google Disebut Transparan, Bukan Mufakat Jahat
Gus Alex Diperiksa KPK, Aliran Dana Kuota Haji Disorot
Pelukan Terakhir di Reruntuhan Cisarua: 17 Jiwa Melayang, 6 Masih Menanti Identifikasi