Kapan tarif Commuter Line naik? Pertanyaan itu masih menggantung. PT Kereta Commuter Line (KCI) mengaku kajian soal kenaikan tarif masih terus berjalan, dan keputusan akhirnya masih ada di tangan pemerintah. Jadi, penumpang masih harus menunggu.
Direktur Utama KCI, Mochamad Purnomosidi, membenarkan rencana kenaikan itu memang ada. Tapi, kata dia, perusahaan tidak akan gegabah mengambil keputusan.
“Kan, ini tarif ini sebenarnya dalam rangka untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Tapi kita juga enggak gegabah itu untuk menerapkan kenaikan tarif. Jadi nanti pemerintah yang dari hasil studi ini nanti pemerintah yang akan menilai apakah ini layak dilakukan sekarang atau kapan,”
Ucap Purnomosidi dalam acara Performance KCI Commuter di Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Menurutnya, pembahasan untuk menaikkan tarif berlangsung cukup alot. Diskusinya ketat, bahkan keras. Itu sebabnya belum ada kepastian waktu.
“Jadi belum ada rilis rencana kapan mau kita karena ternyata begitu dibahas kemudian dipresentasikan cukup alot juga, cukup ketat juga diskusinya, cukup keras juga diskusinya. Jadi akhirnya dilakukan tinjauan lewat sisi yang lain. Nah, sampai sekarang kita belum, ya, kita belum bisa menyampaikan kapan akan ada kenaikan,”
jelasnya lagi.
Di sisi lain, ada kabar lain yang juga ditunggu: soal realisasi penambahan 30 trainset baru. Rencana ini sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran fantastis, Rp 5 triliun. Namun, sampai detik ini KCI masih menunggu kejelasan skema pendanaannya.
“Saat ini kita sedang mengajukan kelengkapan administrasi dan kita menunggu arahan apakah itu nanti bentuknya PMN atau seperti apa mekanisme keuangan. Karena sampai hari ini kita belum mendapatkan arahan terkait dengan bagaimana metode nanti mentransaksikan yang Rp 5 triliun ini,”
tutur Purnomosidi.
Konsep dan rencana penambahan armada itu sudah diajukan. Tapi, apakah nanti kereta-kereta baru itu akan diimpor atau diproduksi di dalam negeri? Itu masih jadi bahan pembahasan serius.
“Masih dalam pembahasan kita (impor atau dalam negeri), masih dalam kajian kita dengan kondisi-kondisi yang ada,”
ungkapnya.
Sementara menunggu keputusan itu, KCI punya proyek lain yang sedang berjalan: pengadaan 16 trainset dari PT INKA. Empat di antaranya sudah meluncur di rel Jabodetabek. Purnomosidi membeberkan, 12 sisanya ditargetkan bisa beroperasi semua paling lambat Juni mendatang.
“Paling lama semuanya harus ter-deliver di bulan Juni. Semuanya. Tapi ini sekarang kita uji di sini sudah ada dua kereta, TS 5 dan TS 6. Jadi nanti setiap bulan akan datang lagi satu atau dua. Jadi total semuanya Juni harus 16 trainset harus ter-deliver ke Jakarta,”
pungkasnya.
Artikel Terkait
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020
Wall Street Mixed di Akhir April, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020
Pendapatan Bakrie & Brothers Tembus Rp1,13 Triliun di Kuartal I-2026, EBITDA Melonjak 252 Persen