Listrik 99 Persen Pulih, Tito Karnavian Soroti Kemajuan Pascabencana Sumatera

- Senin, 26 Januari 2026 | 20:42 WIB
Listrik 99 Persen Pulih, Tito Karnavian Soroti Kemajuan Pascabencana Sumatera

Rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin lalu, membawa kabar baik. Muhammad Tito Karnavian, yang memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, mengumumkan bahwa pemulihan listrik di tiga provinsi yang porak-poranda sudah hampir tuntas. Angkanya mencapai 99 persen, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ini bukan sekadar angka. Capaian itu jadi penanda penting bahwa upaya membangun kembali wilayah bencana terus bergerak maju. Pelayanan publik di berbagai sektor mulai menunjukkan titik terang.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian,” ujar Tito.

Ia menyebut kontribusi dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota. Tak lupa, peran serta kelompok non-pemerintah di lapangan juga diapresiasi.

Memang, listrik yang hampir pulih total bukan satu-satunya kemajuan. Tito menyoroti bahwa sektor-sektor lain juga ikut merangkak naik. Pendidikan, kesehatan, sampai aktivitas ekonomi masyarakat perlahan tapi pasti mulai berdenyut kembali. Semua ini adalah bagian dari upaya terpadu pemulihan pascabencana di Sumatera.

Untuk memastikan semua berjalan optimal, Kemendagri tak main-main. Mereka membentuk posko pemantauan.

“Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh,” jelas Tito.

Meskipun pusat komando ada di Jakarta, di daerah juga tak ketinggalan. Menurutnya, Medan di Sumatera Utara dan wilayah Sumatera Barat juga membentuk posko tingkat provinsi masing-masing.

Intinya, seluruh upaya ini dirancang agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi terutama di bidang pendidikan dan pelayanan publik bisa efektif dan berkelanjutan. Dampaknya harus langsung terasa oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Itulah target utamanya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar