Tapi ya sudahlah. “Biarlah,” katanya santai. Menurutnya, itu semua adalah bagian dari karya demokrasi yang harus dihargai. Ia pun merasa tak punya hak untuk menghentikannya.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berterima kasih pada Partai Golkar atas undangan dan, yang lebih penting, atas kesetiaannya selama ini.
“Yang penting, saya ucapkan terima kasih karena malam ini diundang. Saya juga apresiasi kesetiaan Partai Golkar pada koalisi yang saya pimpin,” tuturnya, merujuk pada Koalisi Indonesia Bersatu.
Pidato itu pun berakhir, meninggalkan kesan tentang seorang pemimpin yang mencoba menyeimbangkan antara kritik pedas dan penghargaan pada sekutu politiknya.
Artikel Terkait
Trump Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia AS, tapi Ingatkan Ancaman Keselamatan
Miliano Jonathans Dipastikan Absen Hingga Akhir 2026 Akibat Cedera ACL
KPK Beberkan Peran Sentral Stafsus Menag dalam Skema Fee Percepatan Haji
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu