Tapi ya sudahlah. “Biarlah,” katanya santai. Menurutnya, itu semua adalah bagian dari karya demokrasi yang harus dihargai. Ia pun merasa tak punya hak untuk menghentikannya.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berterima kasih pada Partai Golkar atas undangan dan, yang lebih penting, atas kesetiaannya selama ini.
“Yang penting, saya ucapkan terima kasih karena malam ini diundang. Saya juga apresiasi kesetiaan Partai Golkar pada koalisi yang saya pimpin,” tuturnya, merujuk pada Koalisi Indonesia Bersatu.
Pidato itu pun berakhir, meninggalkan kesan tentang seorang pemimpin yang mencoba menyeimbangkan antara kritik pedas dan penghargaan pada sekutu politiknya.
Artikel Terkait
Puing Pesawat di Bulusaraung Tak Akan Dievakuasi Seluruhnya
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan
Kapolda Banten Soroti 180 Juta Warganet, Humas Polri Dituntut Lebih Cerdas di Era Digital
Longboat Terbalik di Halmahera Selatan, Satu Tewas dan Satu Masih Hilang