Hujan deras yang mengguyur kawasan Sumatera berhari-hari bukan cuma bikin banjir. Lebih dari itu, bencana ini bikin warga terisolasi dan memunculkan sebuah fenomena unik di media sosial: ajakan patungan beli hutan. Usai melihat kayu-kayu gelondongan hanyut dan hutan-hutan yang gundul, banyak warganet geram. Bagi mereka, banjir besar ini nggak cuma soal cuaca ekstrem belaka, tapi buah dari deforestasi yang dibiarkan bertahun-tahun.
Di Threads dan platform lain, sindiran dan ajakan itu ramai. "Sudah ada open donasi buat patungan beli hutan belum?" tanya seorang netizen. "Patungan sedikit-sedikit bisalah saya," lanjutnya. Ada juga yang terlihat optimis, "Ngeliat donasi untuk Sumatra di Kitabisa tembus 8M, rasanya pergerakan rakyat ini nggak ada yang nggak mungkin."
Gerakan ini, meski terkesan simbolik, jelas menyiratkan kekecewaan. Seolah mereka bilang, kalau pemerintah dan industri nggak sanggup jaga hutan, ya masyarakat sendiri yang turun tangan.
Menanggapi ramainya ajakan ini, Ketua DPR RI Puan Maharani pun angkat bicara. Saat ditemui di Lembang, Bandung Barat, Jumat (5/12/2025), ia mengajak semua pihak fokus dulu pada penanganan korban.
"Ayo kita gotong royong, mengatasi bencana ini," seru Puan.
"Dan ayo kita sama-sama membantu masyarakat yang terdampak."
Pesan politisi PDI Perjuangan itu jelas: solidaritas saat ini paling dibutuhkan untuk mengurus mereka yang jadi korban. Isu deforestasi dan ajakan patungan membeli hutan, meski menarik, sepertinya dinilai bukan prioritas utama di tengah keadaan darurat. Namun begitu, gelombang komentar warganet itu sudah terlanjur menyebar, mencerminkan kegelisahan publik yang lebih dalam soal lingkungan.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Diguncang 162 Bencana dalam Empat Bulan, Pemerintah Perkuat Logistik dan Mitigasi
FBI dan Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing dari Kupang, Rugikan Rp 350 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pencabulan, Serahkan Bukti ke Kuasa Hukum
Penjaga Perdamaian Prancis Gugur, Korban Kedua Serangan di Lebanon Selatan