Suasana di Kecamatan Tompobulu, Gowa, mendadak panas Rabu lalu. Seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pemerkosaan tewas diamuk massa. Yang terjadi setelahnya lebih mengerikan lagi: mayat pria itu diikat dan diseret motor berkeliling kampung.
Dari beberapa video yang beredar luas, terlihat bagaimana aksi warga ini berlangsung. Awalnya, pria itu berjalan di Kampung Parang-parang Tulau', Cikoro. Dia diikuti dari belakang oleh sejumlah orang. Tiba-tiba, dari arah depan muncul seorang pemotor yang menyergap. Seketika, dari belakang, warga lain langsung memitingnya. Dia tak berkutik.
Tangan dan kakinya kemudian diikat kuat dengan tali, dijepit di antara dua bilah bambu. Dalam posisi terbalik kaki di atas, kepala di bawah pria malang itu digotong ramai-ramai. Suasana makin mencekam.
Menurut sejumlah saksi, prosesi ini berlanjut hingga petang. Mayatnya kemudian diikatkan pada sebuah motor dan ditarik keliling kampung. Iring-iringan kendaraan mengikuti dari belakang, seolah menjadi arak-arakan yang muram. Adegan itu terekam kamera dan menyebar cepat di media sosial.
Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian ini. "Di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP," katanya saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, insiden berdarah ini berawal dari laporan pemerkosaan. "Berawal dari kasus pemerkosaan," ujar Alfian singkat. Meski begitu, polisi sudah bergerak. Mereka berjaga di lokasi untuk mencegah kericuhan lebih lanjut pasca-aksi warga yang emosional itu.
Artikel Terkait
Revisi UU Peradilan Militer: Reformasi Diperlukan, Bukan Penghapusan
CT Arsa Foundation dan Koarmada RI Tanam 300 Mangrove serta Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Angke Peringati Hari Bumi
BPBD DKI Rilis Lima Kelurahan Rawan Kebakaran, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama
Gegana Brimob Patroli Dini Hari di Jakbar, Antisipasi Gangguan Kamtibmas