Presiden Prabowo Perintahkan Tutup Sementara Layanan Gizi yang Tak Memadai

- Senin, 23 Maret 2026 | 15:45 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Tutup Sementara Layanan Gizi yang Tak Memadai

Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas soal program Makan Bergizi Gratis. Saat perayaan Idulfitri kemarin, ia meminta kualitas layanan gizi ditingkatkan. Tak main-main, perintah itu langsung ditindaklanjuti.

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, pesan khusus dari Presiden itu jelas: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang kurang memadai harus ditutup sementara. "Tutup dulu, lalu perbaiki," begitu kira-kira intinya, kata Dadan di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Nah, untuk eksekusinya, BGN langsung bergerak cepat. Mereka membentuk satuan khusus yang tugasnya memantau proses sertifikasi di semua SPPG. Fokusnya pada tiga hal utama dulu: sertifikasi laik higiene dan sanitasi, sertifikat halal, dan HACCP. Ini dasar banget untuk jaminin makanan yang disajikan ke masyarakat itu aman dan bersih.

“Kalau tiga sertifikasi dasar ini sudah terpenuhi, baru kita naik tingkat,” ujar Dadan.

Langkah selanjutnya adalah menyentuh aspek sumber daya manusianya. Mulai dari sertifikasi untuk chef, penjamah makanan, sampai analis lingkungan.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Dadan menjelaskan, kelengkapan sertifikasi ini nantinya bakal jadi patokan untuk mengklasifikasi atau memberi gradasi pada setiap SPPG. Harapannya, sistem seperti ini bisa bikin standar mutu yang terukur. Alhasil, peningkatan kualitas layanan bisa berjalan terus-menerus.

Namun begitu, ada tantangannya. Lembaga akreditasi SPPG tingkat nasional belum terbentuk. Sambil menunggu, BGN tak mau diam. Mereka akan bikin Tim Klasifikasi SPPG internal dulu. Tim inilah yang bakal ngelakuin penilaian awal dan mempersiapkan segalanya untuk sistem akreditasi eksternal yang lebih solid nantinya.

“Kita siapkan dari dalam dulu secara sistematis,” tegas Dadan.

Langkah-langkah ini jelas bagian dari upaya strategis. Tujuannya satu: memastikan program pemenuhan gizi buat rakyat ini bener-bener optimal, aman, dan memenuhi standar. Baik standar dalam negeri maupun internasional.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar