Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih berjuang menanggung beban pasca bencana. Di tengah upaya evakuasi dan pemulihan, ada satu masalah mendesak: banyak jenazah korban yang belum bisa dikembalikan kepada keluarganya. Menanggapi hal ini, Polda Riau memutuskan untuk mengirimkan kontainer pendingin khusus ke lokasi.
Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Ino Hariyanto, menjelaskan alasan pengiriman bantuan tersebut.
"Kontainer pendingin ini penting, karena banyak jenazah yang ditemukan namun belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang," ujarnya di Pekanbaru, Rabu lalu.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, kondisi penyimpanan jenazah sebelumnya memang memprihatinkan. Idealnya, jenazah-jenazah yang menunggu proses identifikasi di Posko DVI Polri itu disimpan di lemari pendingin khusus. Namun, fasilitas rumah sakit setempat sangat terbatas. Akibatnya, untuk sementara jenazah hanya dimasukkan ke dalam kantong jenazah biasa.
Padahal, waktu terus berjalan. Petugas di lapangan benar-benar berkejaran dengan proses pembusukan yang bisa terjadi kapan saja. Kehadiran kontainer pendingin ini diharapkan bisa menjadi solusi darurat, setidaknya untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk.
"Kami berharap fasilitas ini dapat membantu proses identifikasi oleh Tim DVI," imbuh Ino Hariyanto.
Jalan yang Terputus Dibuka Kembali
Selain bantuan kontainer, upaya pemulihan infrastruktur juga terus digenjot. Selama empat hari berturut-turut, personel gabungan dari Polda Riau dan Polda Sumatera Barat fokus membuka akses jalan. Jalan-jalan itu sebelumnya terputus total, diterjang banjir bandang dan longsoran tanah yang menghantam kawasan itu.
Untuk membuka jalan yang terblokir, Polda Riau mengerahkan dua unit alat berat. Dan pagi tadi, mereka bahkan mengirimkan tambahan lagi. Upaya ini bukan pekerjaan mudah, medannya berat dan cuaca masih sering tak menentu.
Di sisi lain, bantuan untuk para penyintas yang mengungsi juga tak putus. Polda Riau kembali mendistribusikan logistik ke sejumlah tenda pengungsian. Bahkan, dapur lapangan Brimob mereka sudah berdiri dan beroperasi di beberapa titik, berusaha memastikan para korban tetap mendapat makanan hangat di tengah situasi yang serba sulit ini.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB
Polisi Maroko Tangkap 11 Tersangka Jaringan Narkoba dan Pencucian Uang Lintas Negara
Studi: Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Edisi Paling Boros Karbon Akibat Penerbangan Massal
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif