Komjen Dedi Prasetyo, sang Wakapolri, turun langsung ke Aceh Tamiang. Tujuannya jelas: meninjau kondisi dan kebutuhan warga yang porak-poranda diterjang banjir. Kunjungannya berhenti di Pendopo Bupati setempat, yang menjadi salah satu titik koordinasi bantuan.
Di depan bangunan utama, suasana terlihat cukup cair. Bupati Armia Fahmi memanggil istrinya yang sedang berada di bangunan sebelah. Dari kejauhan, sang istri pun bergegas menghampiri. Ia datang dengan langkah cepat, bahkan tanpa alas kaki.
Sesampainya di dekat Komjen Dedi, emosi yang tertahan itu akhirnya meluap. Perempuan itu menutup wajahnya dengan kedua tangan, tak kuasa menahan haru. Raut sedihnya menggambarkan betapa berat musibah yang menimpa keluarganya dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang.
"Yang sabar ya, Mbak. Kami (Polri) akan membantu, pasti kami akan membantu,"
ucap Komjen Dedi, mencoba menenangkan.
Artikel Terkait
BPJPH dan KPK Luncurkan Dashboard Anti-Korupsi untuk Sertifikasi Halal
Ketua PPP Mardiono: Sikap RI Atas Konflik Global Harus Berakar pada Pembukaan UUD 1945
Laporan Giga Society 2025: 10 Orang dengan Skor IQ Tertinggi, Tertembus 276
Qatar Evakuasi Warga di Sekitar Kedubes AS di Doha Cegah Ancaman Keamanan