Ankara bergerak cepat. Menanggapi insiden rudal Iran yang nyaris melintasi wilayah udaranya, pemerintah Turki tak ragu memanggil Duta Besar Iran. Langkah ini jelas bentuk protes, sekaligus peringatan keras agar Teheran tidak memperluas konflik yang sedang memanas.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang sudah memuncak. Sejak akhir pekan, Iran terlibat baku tembak dengan Amerika Serikat dan Israel. Teheran tak tinggal diam, mereka melancarkan serangan balasan ke target Israel, bahkan ke negara-negara Teluk yang dianggap menampung aset militer AS.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Turki, sebuah amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran sempat terdeteksi. Proyektil itu melintasi wilayah Irak dan Suriah sebelum akhirnya mengarah ke udara Turki. Namun, ancaman itu tak berlangsung lama. Unit pertahanan udara dan rudal NATO yang berjaga di Mediterania Timur berhasil mencegat dan menetralisir rudal tersebut sebelum menyebabkan kerusakan.
Sebagai anggota NATO, langkah ini memperlihatkan aliansi pertahanan kolektif tetap berfungsi.
Menurut sumber diplomatik Turki yang dikutip Anadolu Agency dan AFP, protes itu disampaikan langsung ke duta besar Iran pada Kamis (5/3/2026). Ankara menyampaikan "reaksi dan kekhawatiran" mereka secara resmi.
Tak hanya lewat jalur diplomatik formal, Menlu Turki Hakan Fidan juga telah menelepon koleganya dari Iran, Abbas Araghchi, sehari sebelumnya.
Dalam percakapan itu, Fidan memberikan pesan yang tegas dan jelas.
"Segala langkah yang dapat menyebabkan perluasan konflik harus dihindari," begitu kira-kira isi pesannya, menurut kutipan dari sumber di Kementerian Luar Negeri Turki.
Pesan itu sederhana namun punya bobot politik yang berat. Intinya, Ankara meminta Teheran untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai aksi-aksi militer justru membuka front konflik baru yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
Kementan Perkuat Peran BUMN untuk Akselerasi Swasembada Gula
Ancol Tawarkan Diskon 87% Tiket Wahana Khusus Perempuan pada 26 April 2026
Kapolres Banyuasin Sambang Kamtibmas dan Salurkan Bansos di Air Kumbang
Bareskrim Ungkap Kerugian Negara Rp243 Miliar dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi