Dia kemudian menambahkan, "Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka busuk, dan kita tidak ingin mereka berada di negara kita."
Ini bukan kali pertama Trump membuat pernyataan kontroversial soal kelompok minoritas. Karir politiknya justru banyak dibangun dari narasi-narasi seperti ini. Ingat saja teori konspirasi soal tempat lahir Barack Obama yang dia gembar-gemborkan bertahun-tahun lalu.
Pola seperti ini terasa konsisten. Trump kerap menyentuh kekhawatiran terselubung di kalangan sebagian warga kulit putih, tentang pergeseran budaya dan ancaman terhadap dominasi politik yang mereka rasakan. Gaya bicaranya yang blak-blakan, meski kerap memicu polemik, justru menjadi magnet bagi basis pendukungnya.
Artikel Terkait
Piton Raksasa Telan Petani di Kebun, Ayah Tebas Ular dengan Parang
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen