Dia kemudian menambahkan, "Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka busuk, dan kita tidak ingin mereka berada di negara kita."
Ini bukan kali pertama Trump membuat pernyataan kontroversial soal kelompok minoritas. Karir politiknya justru banyak dibangun dari narasi-narasi seperti ini. Ingat saja teori konspirasi soal tempat lahir Barack Obama yang dia gembar-gemborkan bertahun-tahun lalu.
Pola seperti ini terasa konsisten. Trump kerap menyentuh kekhawatiran terselubung di kalangan sebagian warga kulit putih, tentang pergeseran budaya dan ancaman terhadap dominasi politik yang mereka rasakan. Gaya bicaranya yang blak-blakan, meski kerap memicu polemik, justru menjadi magnet bagi basis pendukungnya.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan 14 Ton Daging Domba Impor Kedaluwarsa Jelang Lebaran 2026
Polres Banjar Kerahkan 250 Personel dan Sediakan Pos Layanan untuk Mudik Lebaran 2026
Mudik Gratis DKI Dimulai Besok, Peserta Diharapkan Tepat Waktu di Monas
Veda Ega Pratama Diterima Program Bakat Elit Red Bull