Di sisi lain, pemeriksaan terhadap Ridwan Kamil hari ini ternyata lebih mendalam. Penyidik tak cuma menanyakan soal laporan yang kontroversial itu. Mereka juga menggali pengetahuan RK tentang dana non-budgeter tadi, termasuk kemungkinan kaitannya dengan kepemilikan aset.
"Penyidik juga mengkonfirmasi mengenai aset-aset yang sudah dilaporkan di LHKPN, kemudian apakah masih ada aset-aset lain yang belum dilaporkan," ungkap Budi. Pertanyaannya: apakah ada aset yang dibeli dengan dana non-budgeter tersebut?
Tak berhenti di situ. Penyidik juga mengulik sumber penghasilan RK selama menjadi gubernur. Mereka mencocokkan penghasilan resmi dengan kemungkinan adanya pemasukan dari jalur lain.
"Disandingkan juga dengan apakah ada penghasilan-penghasilan lain di luar penghasilan resmi sebagai Gubernur Jawa Barat. Nah ini semuanya didalami, ditelusuri, sekaligus dikonfirmasi ya," imbuh Budi.
Semua langkah itu, kata KPK, bagian dari upaya menyusun puzzle yang lebih lengkap. Mereka berusaha mencari titik terang dari kasus yang masih menyisakan sejumlah pertanyaan ini.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Tawarkan Solusi Waste-to-Energy Atasi Darurat Sampah di TPA Muara Fajar
Korlantas dan Gubernur Bali Koordinasi Pengamanan Operasi Ketupat, Nyepi, dan Kemala Run
Menteri Tito Desak Optimalkan Huntara dan Data Terpadu untuk Penanganan Pengungsi Sumatera
Politisi Apresiasi Hakim Batam yang Vonis 5 Tahun untuk ABK Kasus Sabu 2 Ton